Wednesday, 14 November 2007

Siapa Provakator Rasa Sayang Sebenarnya?

Blog ini dituduh sebagai provokator dalam isu lagu Rasa Sayang oleh pengunjung dari Indonesia. Aku ingatkan isu ni dah diam, tapi tak reda2 jugak kat shout-box. Dengan ini, blog ini menegaskan bahawa Lagu Rasa Sayang adalah lagu milik bersama Malaysia dan Indonesia dan bukannya milik Indonesia sepenuhnya.

Ini diakui sendiri dari berita yang dipetik daripada laman web Radio Republik Indonesia (RRI). Berita ini disiarkan pada hari Ahad lepas (11 November 2007).

MALAYSIA AKUI LAGU RASA SAYANGE MILIK BERSAMA INDONESIA

Jakarta--RRI-Online, Pihak pejabat resmi Malaysia akhirnya mengakui, lagu "Rasa Sayange" merupakan milik warisan bersama bangsa Melayu Indonesia dan Malaysia.

"Saya mengutip pendapat dari Menteri Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Budaya mereka (Malaysia), juga pandangan dari seorang pejabat dari Indonesia," kata Koordinator Media `Ship South East ASEAN Youth Program` (SSEAP) dari Indonesia, Devianti, di Jakarta, Minggu (11/11).

Kutipan atas pernyataan-pernyataan dua pejabat itu, menurutnya, ditayangkan dalam program "Indonesia Now" di sebuah media televisi berita, Minggu petang.

Lagu "Rasa Sayange` yang sebelumnya telah jadi paket promosi pariwisata Malaysia, menjadi semakin heboh ketika dinyanyikan oleh para pemuda Malaysia peserta SSEAP di Jepang beberapa waktu lalu.

Akibatnya, muncul banyak komplain dari Indonesia yang sebelumnya juga merasa kecewa dengan sikap Malaysia, karena telah mengklaim lagu "Rasa Sayang Hei" sebagai lagu rakyat warisan budaya mereka, sebagaimana juga berlaku atas lagu "Burung Kakatua".

"Mudah-mudahan hal yang sama (dinyanyikannya lagu "Rasa Sayang Hei" oleh pemuda Malaysia di Tokyo), tak terjadi di sini (Jakarta). Khan mereka sudah akui, itu milik bersama dua bangsa yang ada suku Melayu-nya," ujar Devianti.

Ia mengatakan itu kepada ANTARA, sehubungan dengan program besar SSEAP Indonesia, yakni kedatangan serentak 315 pemuda-pemudi se-ASEAN, 13 hingga 16 November 2007 di Jakarta.

Untuk berita penuh, layari laman web RRI di sini.

Dalam pada kita menjernihkan hubungan yang tercalar dengan mengatakan ia lagu bersama, ada pulak yang cuba mengeruhkan keadaan. Ini lah sikap jiran kita Indonesia. Tidak pernah puas dengan apa yang dinyatakan oleh tetangganya. Dipetik dari AntaraNews (14 November 2007)

Indonesia Jangan Menerima "Rasa Sayange" Sebagai Milik Bersama

Medan (ANTARA News) - Antropolog Prof. Dr. Hj. Chalida Fahruddin meminta pemerintah Indonesia tidak menerima begitu saja lagu "Rasa Sayange" menjadi milik bersama bangsa Melayu Indonesia-Malaysia.

"Penyelesaian masalah itu harus dibicarakan pada forum bersama yang resmi antara pemerintah Indonesia dan negara jiran itu," katanya kepada ANTARA di Medan, Rabu, ketika menanggapi pernyataan pejabat resmi Malaysia yang mengatakan lagu tersebut milik bersama kedua negara.

Menurut Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara itu, peryataan pejabat negara tetangga yang mengklaim lagu "Rasa Sayange" milik bersama itu harus diprotes oleh pemerintah Indonesia.

"Apa dasarnya pemerintah Malaysia yang menyebutkan lagu ciptaan seniman Indonesia itu sebagai milik bersama. Pernyataan ini harus menjadi pertimbangan bagi pemerintah Indonesia, jangan seenaknya negara itu mencatut lagu dan menjadikannya milik bersama," katanya menegaskan.

Selanjutnya ia menjelaskan, bila kasus lagu "Rasa Sayange" tidak dapat diselesaikan dengan baik, dikhawatirkan lagu-lagu daerah lain juga akan mengalami nasib yang sama.

Sehubungan itu, menurut dia, pemerintah Indonesia harus menyikapi dengan tegas. (*)

p/s - Siapa provokator sebenarnya di sini?

5 comments:

  1. http://www.myrmnews.com/indexframe.php?url=situsberita/index.php?pilih=lihat_edisi_website&id=46461

    ReplyDelete
  2. Cik, yang memprovoke itu malaysia-la, apa lagi?
    coba cik lihat tanggal berita pertama,yang dari laman RRI tu, tanggal 11 Nov, artinye pejabat Malaysia nak coba menetralisir keadaan dengan menyatakan lagu Rasa Sayange jadi milik bersama, nak coba menghindar, cik.

    Tapi coba cik lihat tanggal berapa menteri pariwisata cik akhirnya mengakui kalau Rasa Sayange memang dari Indonesia...tanggal 13 November cik, jadi ada selang dua hari cik, jadi menteri awak tu la sadar cik, kalau rasa sayange memang lagu dari Indonesia. (jadi dalam waktu dua hari menteri pariwisata cik langsung berubah, pertama nak coba mengelak, tapi untung tanggal 13 nov akhirnya ngaku, gentlemen juga...lihat laman diatas, cik.

    Cik, kita la sudah ngomong dari awal...tiada masalah siapapun boleh nyanyi lagu itu, tapi tak bisa seenaknya main klaim sepihak lagu itu adalah lagu nusantara milik bersama atau milik warisan budaya malaysia.
    Apa cik mau kalau lagu "Negaraku" diklaim juga jadi milik Indonesia karena mengambil dari lagu "Stamboel terang Bulan" yang notabene kalau kata orang adalah "lagu nusantara" (bukankah yang namanya "lagu nusantara" adalah "milik bersama"), mau cik?

    Ah, cik, kita bilang memprovoke karena blog ini mengambil sumber dari hongkong-lah, Thailand-lah, film India-lah, Maria Menado-lah tapi tak obyektif pula mencantumkan klip Belanda yang telah jauh ada, mungkin lebih jauh lebih tua saat orang tua cik juga masih dikandungan...
    Jadi siapa yang provokator sebenarnya?



    p/s: negara cik itu kaya, kenape tak bisa bayar seniman Malaysia sendiri untuk bikin lagu sendiri?
    kenape pula nak ambil lagu Burung Kakaktua, Manuk Dadali, Reog Ponorogo, Wayang Kulit dari Jawa, Batik, angklung dari Sunda jawa Barat...dimane seniman anda cik????

    ReplyDelete
  3. pattimura anak ambon15 November 2007 at 10:51

    http://www.myrmnews.com/indexframe.php?url=situsberita/index.php?pilih=lihat_edisi_website&id=45529

    Mas, coba lihat pendapat seniman-seniman Maluku ini mas, camkanlah...siapa yang jadi provokator, mas?

    ReplyDelete
  4. hahhaah milik bersama? dasar moron,,, di indonesia sendiri kita bilang dari maluku nggak ada orang jawa bilang milik bersama idiot.

    ReplyDelete
  5. Hoi ANO di atas

    Rasa Sayang

    Jelas-jelas lagunya dalam BAHASA MELAYU, dan wujud pula unsur PANTUN (ciri khusus MELAYU) dalam lagunya

    Apa orang Maluku tiada Bahasa sendiri ya, sampai lagu daerahnya pun dalam Bahasa asing - BAHASA MELAYU

    Apa orang Maluku itu tahu berPANTUN?

    Hahahaha..selagi lagunya dalam BAHASA MELAYU

    Selagi itu Melayu ada hak TOTAL ke atasnya

    Lagipun sehingga saat ini, tiada seekor pun Indon tampil membawa bukti yang lagu ini memang dicipta oleh komposer dari Maluku

    ReplyDelete