Thursday, 18 September 2008

Indonesia Miskin: Tugas SBY Berat

Tragedi Zakat yang mengundang maut yang berlaku di Jawa Timur, Indonesia pada 15 September 2008 mencerminkan miskinnya negara itu. Hanya kerana Rp 30,000 atau RM16, mereka bunuh-membunuh.

Zakat Maut di Indon Zakat Maut Di Jawa Timur, Indon

Tugas Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudoyono (SBY) nampaknya makin berat. Tragedi zakat maut itu menyebabkan rakyat Indonesia menyalahkan pemerintah. Baca petikan berita di sebelah yang dipetik dari akhbar Indonesia INILAH.COM. Klik gambar untuk berita penuh.

Malah rata-rata, penduduk Indonesia menyalahkan SBY yang menyebabkan negara mereka miskin.

Klaim SBY Bohong

Apa yang menarik, satu lagi berita mengiyakan bahawa masyarakat Indonesia kini sudah hilang nilai-nilai kemanusiaan sehingga mereka sanggup berbunuhan sesama sendiri.

Sebuah akhbar Indonesia, Kompas.Com pula menyeru rakyat Indonesia agar tidak hanya menangisi korban zakat maut tersebut malah mengambil pengajaran.

Ambil Pengajaran Zakat Maut
Zakat Maut Di Indon

Namun, kita perlu berhati2 kerana masyarakat miskin Indonesia ini kini menjalar di negara Malaysia. Mereka sanggup melakukan rompakan malah membunuh rakyat kita seperti tragedi semasa sahur pada 9 September lalu.

15 comments:

  1. Indon...sudah dikatakan, walau dimana sekalipun akan membuat kacau, merusuh..
    MMG SAH INDON adalah MISKIN..merusuh semata2 untuk wang zakat..tidak tau beratur semua..

    Ya udah..Rakyat MALAYSIA menerima kedatangan INDON kerana tau mereka itu MISKIN..tapi malah di bunuh lagi...apakah itu MANUSIA??

    Tahniah AREZ...ini bukan kes memalukan INDON tetapi menyedarkan INDON yang egonya meninggi!..masih tidak mau mengaku salah!..

    ReplyDelete
  2. hetty koes rendang18 September 2008 at 22:02

    indon memang tak sedar diri...sudah la datang ke negara orang...tapi membunuh....memang di negara mereka sudah biasa membunh orang?

    ReplyDelete
  3. inilah perbedaan kami
    kami bukannya malu atau meninggi
    tapi kami belajar dari apa yang terjadi direalita kehidupan
    tanpa takut untuk ditutupi.

    kalau masalah ini di tutupi
    pasti juga ga tercium sampai luar tragedi ini.

    inilah kebebasan. ini lah kebanggaan.
    kekurangan tak lepas dari kehidupan.

    namun kalau dibanding dengan msia
    indonesia masih tak bisa disejajarkan dengan negara kecil macam msia.

    indonesia lebih besar penduduknya
    wilayah pun kepulauan,
    jadi tidak mudah memberantas kemiskinan.

    msia sudi menerima rakyat indonesia
    ya memang sudi karena hampir separuh rakyat msia ialah keturunan indonesia. yang menjadi bangsa msia.

    tak usah membuat gaduh macam ni arez. kau bakal mendapatkan tempat teristimewah di surga bila kau tertawa melihat derita bangsa indonesia yang sudah banyak berperan.

    jangan hanya karena soal sepele
    perebutan budaya. sampai membuat murka dirimu.
    aku rasa amanat allah swt yang disampaikan sahabat rasul swt seperti ini
    "orang yang murka ialah orang terkutuk yang tak mungkin di maafkan, karena allah akan terus memberikan kemudahan bagi mereka2 yang melakukan keburukan sampai akhirnya kemudahan yang diberikan allah menjadi malapetaka bagi mereka, karena tak pernah sadar meski sudah diberikan kemudahan."

    saran :
    lebih baik kamo post berita atau kegiatan sehari-hari kamo. daripada memburukan individual orang. lebih bahagia bila kau melakukan ini. jangan selalu mengobarkan api perang.

    kemenangan yang mulia ialah kemenangan kesabaran. karena dinilai bukan dari dunia tapi di akhirat.

    ReplyDelete
  4. Amithaba.
    Betul julak Orange, Lebih baik kita jujur dengan diri sendiri kalau memang ada kekurangan, tidak perlu malu menutupi karena dengan itu kita tahu apa yang kurang dan akan kita perbaiki.
    Generasi muda di blog ini lupa kalau Petronas, Sepang, Putrajaya itu dibangun dari keringat para TKI yang mereka anggap hina itu. Oke, kalau mereka bilang itu karena kita berbaik hati tampung penganggur dari Indonesia, kami juga berterimakasih walau akhirnya ada saja buruh-buruh itu dihina atau disiksa oleh beberapa majikan Malaysia. Sama-sama saja take and give, kalian punya uang, kami punya tenaga, sama-sama saling butuh.
    Masalah ada orang Indonesia yang jadi bandit, sama seperti dengan manusia lainnya ada yang baik dan jahat, seperti ada orang Malaysia yang datang berkunjung ke Borobudur ada yang baik sebagai turis atau businessman serta ada yang jahat. Bila ada yang jadi bandit, lakukan saja tindakan hukum tanpa harus mengeneralisir 200 juta orang lainnya.
    Kami para pemuda buddhist disini tahu bagaimana politik perkauman di Malaysia itu, terutama bagi para minoritas. Blog ini pun seperti yang dikeluhkan Anonymous lainnya memang penuh dengan sensor-sensor, dan komentar I juga pernah disensor oleh Arezeo.
    sedikit saja borok Malaysia di buka pasti akan dibuang oleh yang punya blog, tidak aneh kalau "diskusi" ini berat sebelah.
    Kami disini tahu Malaysia itu juga banyak kekurangannya, hanya kekurangan itu selalu ditutupi. Arezeo tidak akan berani membuat hal yang sama seperti yang dilakukan mereka diatas karena dia akan ditahan 2 tahun tanpa pengadilan, kasihan dengan Proton Gen2-nya.
    Masalah budaya sudah dari berbulan lalu selesai,Pak Arezeo, pihak Malaysia mengakui ada budaya Indonesia yang "terpakai" dan dari Indonesia juga ada penyelesaian melalui dialog. Kenapa masih mau diperpanjang lagi? kalau hanya untu kongsi informasi, amithaba, I cenderung melihat sebagai rasa dendam tak tersalur.
    I tidak peduli dengan siapa yang bertengkar, beda agama, beda keyakinan, beda ras dan beda kaum, tapi I hanya lihat ada karma buruk dari blog ini, karena itu I dimasa depan tidak akan memberi komentar banyak.
    Sangha Buddha, kehidupan seperti roda chakra,sebuah bangsa yang terpuruk akan dapat bangkit, Cina dan India telah membuktikannya.
    semoga karma buruk tidak akan menimpa you di siklus kehidupan berikut. amithaba.

    ReplyDelete
  5. waduh..berbicara pasal karma..perlukah dibuktikan? oke...kes CINA INDON yang merusuh membakar masjid? ketaksamaan kaum di INDON??
    yang boleh di INDON adalah kawin islam dan bukan ISLAM..
    aku bukan racist...tapi INDON mmg tidak JUJUR sebagai JIRAN MALAYSIA..
    MALAYSIA belajar dari KEBODOHAN dan KESIALAN INDON>.itula sebabnya MALAYSIA lebih maju..
    ya ...hanya itula kerja INDON di MALAYSIA...buruh2 dah hamba2..mereka bukan setakat kerja...tapi merusuh..membunuh dan merogol...malah lebih teruk lagi..bergaduh sesama BANGSA INDON di tempat ORANG!...itula KARMA...
    Ya udah...AKU MMG BENCI INDON..

    ReplyDelete
  6. Sangha Budha,
    Tidak ada yang sempurna di dunia ini, namun dengan menafikan dan merasa bahwa sebuah kaum paling benar sendiri di negerinya sendiri terhadap kaum minoritas telah menunjukan tabiat kaum itu sendiri.

    amithaba

    ReplyDelete
  7. Sdr.Sunyoto Thamrin

    Yaa udah,jgn didebatin lagi anak-anak itu lg yach..

    Masih ramai lagi warga Malaysia yang senang berbual dgn mu dgn aman,tanpa sbrg bahasa jelek kayak gitu..

    Ketemu sahaja mereka yang cocok berbual dgn mu yach..

    Mental keanak-anakan dech..

    ReplyDelete
  8. Peace Lover.
    adakah rakyat MALAYSIA mau berbicara dengan INDON yang merusuh, membunuh, merogol dan merompak??
    ya udah...kamu INDON berbual sesama kamu SENDIRI deh...kerana INDON dan INDON berbual pastinya pasal BUNUH dan ROGOL!

    ReplyDelete
  9. buat forumner dari Indonesia, coba kalian pikir kenapa yach hubungan antar Malaysia dan Indonesia makin terpuruk akhir-akhir ini???

    bagi gw ternyata bangsa Indonesia udah mula kerepotan dan ketinggalan kebanding Malaysia. Bangsa Malaysia yang loe anggap adik kecil tempo doeloe malah udah sukses ampe rame TKI/TKW cari nafkah di Malaysia.

    pernah ga kalian pikir emosi bangsa Indonesia terhadap Malaysia mulai ketara banget kerna kasus Sipadan dan Ligitan dan kemudian kerna kasus Ambalat??

    berturutan dari kasus-kasus itu makanya rakyat indonesia makin emosi, malah kasus lagu Rasa sayang ge, batik, tempe, angklung serta tarian endang atau reok dituduh bahwa Malaysia coba mengklaim.

    nah bukankah ini satu bukti bangsa Indonesia emosi???

    malah bangsa indonesia ga tau berterima kasih atas keprihatinan pemerintah Malaysia memberi kerja kepada TKI/TKW. Iya bener mereka yang membantu membina Putra Jaya tapi klu ga diberi peluang sama pemerintah Malaysia ga mungkin mereka bisa bekerja diMalaysia tul ga?

    kasus TKI/TKW disiksa dan ga dibayar gaji juga menjadi isyu yang negtop banget. COba pikir donk..dari 2 juta TKI/TKW adakah semuanya disiksa dan ga dibayar gaji??? hanya dikit bukan?? Mayoritas mereka sukses dan bisa antar uang ke Indonesia.

    jadi loe ga bisa jadikan ini isyu bagi menganyang Malaysia!!!

    Liatlah dalam forum-forum indonesia hanya membicarakan bagaimana mo berperang dengan Malaysia...malah terlalu taksub bahwa Indonesia dengan TNI-AD bisa menawan Malaysia dengan mudah.

    Nasihat gw usah takbur dengan hanya kekuatan angkatn darat Indonesia, perang ga mungkin bisa dimenangi hanya dengan angakatan darat.

    Harus diingat perang bukan caranya dan sebaiknya bangsa Indonesia sadar bahwa perang keatas kemiskinan adalah wajib. Liat tragedi Pasuruan adalah bukti kemiskinan harus dibasmi..kerna kermiskinan adalah pintu ke arah kekufuran.

    ReplyDelete
  10. perang sama malaysia.. kok aceh lagi terkandas... aku bangga berketurunan aceh.. dan bukannya majapahit yang mau nyerang tetangga saja kerjanya.. ambil balik ah khir toyo itu..

    tetiber..

    ReplyDelete
  11. Jujur saja, apakah Malaysia itu negara Islam (yang jujur) atau negara maling, jika Malaysia mencuri lagu negara lain, maka Malaysia akan dipermalukan oleh negara-negara lain, bukankah di Kitab Suci ada bagian yang melarang pembajakan? dan orang Malaysia BUKAN serumpun dengan orang Maluku, jadi amat memalukan bila orang Malaysia serumpun dengan orang Maluku, Maluku BUKAN Malaysia, dan terlebih, jangan memanggil Indonesia itu INDON, karena kami bukan INDON, dan saya sama sekali tidak mau menyebut Malaysia dengan kata kotor (seperti Malon), dan juga Indonesia jujur, orang yang bijak, jujur, dan baik hati pasti akan dapat tempat di surga, bukankah itu keren? maka PEACE NO WAR, perang hanya akan memisahkan.

    ReplyDelete
  12. Hmm..benar-benar blog yang berbahaya !!!

    ReplyDelete
  13. liat d kancah internasional indonesia uda masuk G20.. selamany malingshit hanya akan jd negara ke dua stlh indonesia.. tdk punya budaya.. liat angkatan perang lo smuany cuma bisa beli dari luar negeri.. berbeda dgn negara kami yg bisa memproduksi sendiri.. GANYANG MALINGSHIT!!

    ReplyDelete
  14. Negara,,wilayahnya masih besar jambi udah sok2an ngina,,malu dikit cuy,,bli tusuk gigi saja blum telat ape lagi bli snjate,, malu dikit

    ReplyDelete