Tuesday, 8 January 2008

Tahun Melawat Malaysia vs Tahun Kunjungan Wisata Indonesia

Rasanya masih belum terlambat untuk aku mengucapkan Selamat Tahun Baru 2008 kepada korang semua. Happy New Year 2008!

2007 yang juga merupakan Tahun Melawat Malaysia (TMM) telah melabuhkan tirainya. Namun sebagai anak Malaysia, aku berbangga kerana TMM telah melepasi sasaran. Rujuk Utusan Malaysia (29 Disember 2007) di sini.

Tambah membanggakan apabila kejayaan ini dicatat ketika negara jiran kita yang iri hati melancarkan kempen Visit Malingsia 2007 sebagai tentangan kepada kempen TMM kita. Jumlah kedatangan pelancong asing di negara kita mencecah 21 juta orang pada tahun lepas!!

Melihat kepada kejayaan TMM kita, negara jiran kita pun melancarkan Tahun Kunjungan Wisata 2008 atau Visit Indonesia Year 2008.

visit indonesia year 2008 logo

Namun, apa yang pelik ialah pemerintah Indonesia mensasarkan kedatangan pelancong asing ke negara itu hanya 7 juta orang sepanjang Visit Indonesia Year 2008 ini. Rujuk sini yang dipetik dari Media Indonesia .

Angka ini adalah sesuatu yang memalukan bagi sebuah negara yang mengklaim kononnya memiliki kekayaan budaya yang tinggi. Sepatutnya, sebuah negara yang luas dapat menarik lebih ramai pelancong dari negara yang kecil seperti Malaysia.

Aku juga ada cuba google Visit Indonesia Year 2008, namun aku tidak temui laman web rasmi mengenainya. Apa? Tidak wujudkah laman web kampanye parawisata berkenaan? Berbeza apabila aku google Visit Malaysia Year, terus saja terbit laman web Tourism Malaysia.

Ini membuktikan betapa mundurnya pelancongan Indonesia hinggakan tiada laman untuk tahun melawat negara mereka sendiri. Mungkin disebabkan mereka terlalu sibuk membincangkan isu kampanye parawisata Malaysia  yang menggunakan lagu Rasa Sayang hinggakan kampanye parawisata sendiri terlupa dibangunkan.

Mereka juga mungkin terlalu sibuk dengan laman web Malingsia.com hinggakan terlupa membina situs parawisata sendiri yang lebih berfaedah.

Walau bagaimanapun, sama2lah kita berdoa agar target kecil 7 juta orang itu dicapai oleh  Indonesia pada tahun ini.

Selain itu apa yang membanggakan negara kita pada tahun 2007 ialah kejayaan atlet negara dalam Sukan SEA 2007. Malaysia menduduki tempat kedua dalam kejohanan tersebut. Lihat jadual berikut.

Kejayaan atlet negara kita ini sudah pasti tidak disenangi oleh negara jiran kita yang mempunyai jumlah penduduk yang ramai tetapi sekadar menduduki tempat ke-4. Tonton klip video di sebelah yang dipetik dari Metro TV Online yang melaporkan "Malaysia Kian Jauh Meninggalkan Indonesia ".

Dalam pada itu, blog ini juga ingin mengucapkan Selamat Datang kepada Presiden Indonesia yang akan berkunjung ke Malaysia pada hari Khamis ini pada saat Indonesia meraikan Visit Indonesia Year 2008. Selamat Datang di Malaysia!

15 comments:

  1. Why must Indonesia feel ashamed with target of 7 million tourists? As I'm concerned that Malaysia had campaign its tourism for at least 5 years, no wonder 21 million tourist could be achieved.

    Indonesia never campaign its tourism (only once in 1992) and no wonder no high tourists influx expected ( with exception of Bali, which without campaign has attracted million of tourists)

    Its about advertisement and campaign that play significant role, not the beauty. As far as I know that Korea has more tourists than Japan, does that mean Korean culture and sightseeing is more beautiful than Japan? I don't think so. It's about campaign that makes those number! (Through Korean Wave campaign)

    And I don't think Indonesia envy the Malaysia because Indonesia has Bali (has been proclaimed by travel+leisure as best Island in the world for the fifth time). It's just coincidence that the campaign follow Malaysia campaign one year later. In 2008, Indonesia would celebrate its 100th years of National Awakening, while in 2007 Malaysia celebrate its 50 years of Nationhood. Nobody would like to miss this beautiful number of 50 & 100 as tourism theme and momentum!

    ReplyDelete
  2. visit indon 20088 January 2008 at 16:31

    100 years of poverty and undevelopment... after 100 years can only attract 7 million?
    huh.. indon, what u might expect!

    ReplyDelete
  3. You cant compare indon and malaysia like apple to apple. Indon is 10 times larger than malaysia in term of populations. so, anything like Indon have 10 TV channels, what so great about it, divide by your number of population then. malaysia with just 23 million poeple got 6 free TV channel, so Indon should have 60 TV channel comparatively!!! 90% of 230mil of indon populatin are poor poeples. can u imagine how many of them poor people in indon??? what happen to your leader? full of corruption! even they cant solve the traffic jam problem in jakarta for years and more years to come! they had lived and going to live in that traffic jam problem for the rest of thier life! Too bad! The tourists that enter indon mostly go to Bali, without Bali, indon is nothing. Western tourist or japanese/koean tourist dont tour in their dirty and ugly cities...they only got Bali bali bali! that's all...

    ReplyDelete
  4. OMG... It makes me laugh afterall by comparing the population with TV stations...
    As far as I concern... the economic growth of big country such as China, India, and Indonesia will progress slowly in terms of per capita. Well... certainly Malaysia would progress more quickly than Indonesia. That doesn't mean that Indonesia and other big country don't develop.

    Just took United States as comparison, it need at least more than 100 years of economic growth for it to attain a developed status. (Not counting recession)
    Also look at China... although in 2050 its economy is predicted to be the largest, the percapita will not even surpass $15,000...

    It is ashame for Malaysia to look down at Indonesia and other developing country just because malaysia progress more quickly. It would explain why there are many Indonesian maid get abused by Malaysian because they are seen as nothing but poor disgusting people.

    Ironically Malaysian don't realize that Indonesia is the 15th largest economy in the world and it regionally affect the economy of South East Asia (including Malaysia)

    20 years ago China&India is nothing... 20 years later.... as you now can see thou

    My advice:
    "Don't look down (meremehkan) at something that inferior to you, sometimes it will bite you back with its unnotice potential"

    ReplyDelete
  5. well...fair enough to say that INDON is WORLD's SLave..
    aku nak katakan kepada hand15..sedarlah bahawa Indon adalah yang termiskin di rantau ini..isu yang diterangkan disini adalah mengenai SIFAT INDON yang suker provok dengan claim yang berbagai..dan aku tegaskan INDON adalah JIRAN yang penuh HASAD DENGKI...mereka sudahla tak maju, dan terus sahaja meminta dunia melihat kepincangan malaysia ( sedangkan tak ada langsung!)....hmmm..Dasar INDON...and the FACT is that...aku MMG LOOK DOWN INDON...kenapa?? CRIME RATE di MALAYSIA meningkat kerana adanya INDON!..

    ReplyDelete
  6. Anda ga usah bingung dengan tindakan orang malaysia yang belakangan ini ingin mengklaim berbagai macam budaya atau lagu indonesia.. Sebenarnya itu sangat wajar. Mereka, negaranya, kini sangat maju. Tapi mereka miskin identitas. Coba perhatikan budaya negara malas ini. Tarian2nya banyak yang mengadopsi tarian2 daerah sumatera, makanannnya banyak mengadopsi makanan2 daerah indonesia, sampai lagu pun, mereka mereka ingin langsung mengambilnya dari indonesia. Untuk apa ?. jelas untuk menjadi identitas negara mereka.. Khan lucu, dengan begitu majunya negara mereka, tapi saat ditanya bagaimana dengan budaya ?… Demi Alloh SWT, saya yakin, mereka pasti bingung untuk menjawabnya.. Dan yang paling mudah tentu saja dengan mengambilnya dari Indonesia.. Hal ini, mengingat Indonesia mempunyai banyak kemiripan dengan negara malas… Apalagi rakyat melayu malas, 90 % keturunan Indonesia, jelas ini makin membuat rakyat melayu mereka juga merasa ikut memiliki budaya tersebut… Sekali lagi ini harap dimaklumi. Biar bagaimanapun, mereka masih mempunyai darah Indonesia, dan pastinya ga bisa dibohongi, kalau mereka juga masih terikat dengan budaya nenek moyangnya yang berasal dari Indonesia.. Apalagi, ditambah lagi dengan tingkat kreatifitas rakyat negara malas yang sangat rendah, hal ini makin menjadikan mereka suka sekali dengan hal2 yang bersifat cepat. Ingin cepat dapat tanpa melalui proses panjang penciptaannya. Sebenarnya, hal yang demikian akan mubazir. Krn, itu sama saja dengan bohong. Budaya2 Indonesia memang itu ada pada mereka, namun tingkat emosional terhadap produk itu tidak tinggi. Jadi, produk2 budaya Indonesia yang berusaha diadopsi menajdi budaya negara malas, akan lewat begitu saja. Tanpa makna. Berbeda dengan rakyat Indonesia dengan budayanya, selain mempunyai tingkat emosional yang tinggi, juga mengandung berbagai falsafah terhadap berbagai kehidupan masyarakatnya…. Wassalam
    Di Indonesia, Malaysia adalah ‘dirty word’. Penghinaan orang Indonesia terhadap orang Malaysia, lebih kejam dibanding dengan penghinaan orang Malaysia terhadap Indonesia.
    Bayangkan, sudah tertanam dipikiran orang Indonesia, bahwa budaya Malaysia ‘kampungan’ (maaf, ini kata yang rendah dalam bahasa Indonesia). Taste Malaysia sangat rendah terhadap seni. Mungkin terlalu homogen dengan kemelayuannya dan ikatan kolot nilai-nilai agama. Jangan heran, hampir semua stasiun radio Malaysia memutar lagu-lagu Indonesia. Sementara tidak pernah ada stasiun radio di sini memutar lagu-lagu Malaysia.

    ReplyDelete
  7. NegarakukuAdalahMalaysia16 January 2008 at 01:46

    Geezz, Whoever said Indonesia only got 10 TV channels must be educated in extremely poor education system in (I dont know which country, but maybe Not Malaysia).

    Indonesia got way too many TV station than those 10 so-called small numbers. RCTI,SCTV,TPI,INDOSIAR,TRANSTV,TRANS7,METROTV,GLOBALTV,ANTV,TVRI, and LATIVI. Well, that's national TV station, which are broadcasted in almost all 33 provinces in this 1.9 million sq km wide area. Compare to that tiny "Asian Penis". ANd tiny "borneo banana".

    Well , not only that. Almost every Province in Indonesia now already got Local TV Station. There are approximately 50 TV stations in Indonesia. Even, this number keeps increasing year by year. In example, my province (where I live) only got 4.5 million population in 90 thousand sq km wide area. There ara aboout 10 national TV station and 5 local TV stations. Well, currently there are total 15 TV stations in Riau (4.5 million population). Compare to Malaysia???? Well, even we cant watch 8TV in Sarawak ..hahahahahahaha ....

    Well, I'm not insane. I will never use this number of TV stations as indicator. Only certain people who is educated under extremely poor education system will use "that" indicator.

    ReplyDelete
  8. Assalamu'alaikum
    sedih sebenarnya melihat saling menggunjing seperti ini, akan lebih baik jika saling menghargai kedaulatan antar bangsa . Apalagi sesama negara muslim. Semua milik Allah apa yang di langit dan di bumi, dan saya sangat berharap , hubungan Indonesia dan Malaysia menjadi akur kembali tanpa ada yg saling dirugikan.. mari kita bersama maju, dan menjadi khalifah yg baik, tunjukkan Islam agama yang baik , bukan teroris... saling gunjing merupakan sesuatu yg tidak baik, sangat tidak baik..
    semoga kedua negara menjadi negara yang makmur dan sejahtera.. amien.. sukses buat semua. mari maju bersama dan saling menghargai.... (^.^)'
    Salam

    -iloveislam- salam dari Orang Indonesia

    ReplyDelete
  9. sebenarnya apa c yang kalian seneng dari nagara korang masing2 padahal masih banyak yang membutuhkan uluran tangan kita lihat saja PALESTINA yang sedang MENANGIS meminta tolong kpd saudara2 korang semua itu hanya segelintiran manusia2 yang lemah dimata tuhannya camkan itu......daripada menjelekkan negara mendingan memperbaiki kepribadian kalian masing2,dan untuk malaysia ya sepatutnya negara anda memperbaiki nilai2 budaya nya atau sbut saja mencari kebudayaan yang fresh dalam erti masih new gitu ja koq repot, ya bilangin sama perdana menteri korang ahmad badawi jangan memikirkan politik yang pelik mndngan mikirkan PALESTINA ok. ALLAHU AKBAR!!!!! ALLAHU AKBAR PALESTINA!!!!......insya aLLAh 2009 ni korang2 indonesia akan ke Palestina dan ingin berjihad apakahkorang2 Malaysia mau ikut korang2 indonesia???? Ditunggu Yah Di Bendara Internasional Soekarno-Hatta ok thanks

    ReplyDelete
  10. EH KOK ORANG MALAYSA NORAK DEH, KALO NEGRI ANDA BAGUS HARUSNYA TAK SEPRTI INI. TIDAJK SEPERTI HEWAN YG TAK ADA OTAKNYA

    ReplyDelete
  11. hey anjing anjing koloni inggris..!!! kalian hanya sekumpulan bangsa budak..!! tak pernah merdeka..
    kalian hanya bisa meletakan tempurung tempurung kepala di tempat paling hina dan menjijikan dan mebiarkannya diinjak oleh bangsa penjajah yang menjadi majikan kalian.....
    ha..ha..ha..
    MALING ANJING SIA...
    FUCK AND DIE YOU STUPID FUCKIN ASS HOLE

    ReplyDelete
  12. Aku kadang2 heran la. Mengapa orang muslim lebih suka bergaduh sesama sendiri. Cukuplah masalah Hamas dan Fatah. Jangan kita di nusantara ni pun ada juga Hamas dan Fatah. Lihat lah negara sekeliling pulau nusantara ni. Muslim kah mereka?

    ReplyDelete
  13. MALAYSIA (ANJING,KEPERAT,JAHANAM) MALING !

    ReplyDelete
  14. orang indonesia cuma lihat kes tarian pendet dan beberapa amah yang di dera sahaja hakikatnya ramai orang indonesia di malaysia yang merompak dan membunuh orang malaysia setiap hari malah kes jenayah di malaysia meningkat kerana orang indonesia. Kalau tak suka dengan malaysia tak payah datang kemalaysia kami boleh hidup dengan aman.

    ReplyDelete
  15. indon bota.ampang.labur.sial.anak haram.mati tah kaweh..jahanam

    ReplyDelete