Friday, 31 July 2009

Rakyat Indonesia Mati Di Arab Saudi

Tidak cukup bikin susah di negeri sendiri, rakyat Indonesia turut menyusahkan negara luar. Terbaru, beribu-ribu pendatang haram Indonesia terlantar di Arab Saudi. Pendatang haram tersebut didapati tinggal di kolong-kolong dan juga di bawah jambatan di Arab Saudi. Ini sudah pasti memberikan pandangan yang buruk di negara tanah suci berkenaan. Tonton klip video berikut.


Pendatang haram Indonesia tersebut mengambil kesempatan di atas kedatangan bulan Ramadan dan musim haji untuk meminta sedekah dan mengemis di jalan-jalan di Arab Saudi seperti yang kerap berlaku di jalan-jalan di Jakarta.

 

Kebanyakan mereka membuat ulah dengan menggunakan permit umrah ke Arab Saudi dan kemudian tinggal lebih dari tempoh yang dibenarkan. Petikan berikut dipetik dari sini.


Ia mengaku prihatin bahwa warga Indonesia yang masuk ke Saudi Arabia kebanyakan secara ilegal. Ada pula yang bertolak ke tanah suci hanya bermodalkan visa umroh. Kemudian bertahan hingga musim haji tiba sehingga yang bersangkutan harus bermain “kucing-kucingan” dengan petugas setempat selama berada di negeri itu. Mereka yang dideportasi itu kebanyakan visanya umrohnya sudah habis dan tak berlaku lagi alias over stay. [Sumber]

Amat memalukan sekali apabila mereka memohon pulang ke Indonesia secara percuma (gratis) bukan daripada kerajaan Indonesia, tetapi Arab Saudi!! Buktinya, baca petikan berita berikut.


Usai musim haji dan karena tak dapat pekerjaan, mereka ini berusaha untuk ditangkap petugas dengan cara bermukim di kolong jembatan Syarif Mansyur (Mekkah) dan Al Kandora (Jeddah). Harapannya, setelah ditangkap dapat dipulangkan secara gratis atas biaya pemerintah Arab Saudi. “Ini kan memalukan, setiap tahun angka pemulangan secara paksa masih tinggi,” [Sumber]

“Ketika itu mereka minta dikembalikan ke tanah air secara gratis. Kita tak punya uang,” ia menjelaskan. Terkait dengan pemulangan warga RI hasil penyisiran (sweeping) pihak berwajib setempat, menurut Gatot, seluruh biaya pemulangannya ditanggung pemerintah setempat. “Mereka itu naik pesawat atas biaya pemerintah Arab Saudi,” katanya. [Sumber]

Buruknya sikap rakyat Indonesia ini sudah pasti berbalas. Tidak hairanlah apabila kes kematian kedua akibat selesama (flu) babi di Arab Saudi adalah rakyat Indonesia! Baca berita berikut atau klik sini untuk berita penuh.

3 comments:

  1. Kenapa bangsa mereka ni suka sangat pecah masuk..menceroboh dan membuat huru hara di negara orang..? Lepas tu mereka kata kita menceroboh perairan dan kepulauan diorang.Siap bakar2 bendera lagi.

    Tapi bila mereka yang lakukan perangai yang tersangatlah jelek ni..tahu pula mereka diam.

    Siap bawa budaya tinggal bawah jambatan tu kat tempat orang.Saya baru balik dari jakarta..jauh berbeza dengan KL..syukur menjadi orang Malaysia.Dekat sana Jakarta dan pusat beli belah untuk orang kaya sahaja.

    Dekat Malaysia kita boleh nampak warga Indonesia ni siap bawak budaya KEKAMPUNGAN mereka sehingga ke KLCC.Buat kecoh dan sebagainya bila berkumpul ramai2.Nasib baik rakyat Malaysia ni penyabar.

    ReplyDelete
  2. Arez, aku x tahu la ape nk jadi kat masyarakat dunia sekarang...kat Mekah pun leh buat macam tu. Kate mengagung-agungkan Islam.

    ReplyDelete
  3. ape la punya miskin giler indon ni dah la miskin harta dah tu miskin bahasa pulak,tu gratis tu dari bahasa sepanyol,kita sini sebut percuma,loe,gue,itu dari china hokkien,lonte dari bahasa belanda, ni kes maling la ni

    ReplyDelete