Wednesday, 10 October 2007

Apa Isunya Rasa Sayang

Isu lagu Rasa Sayang ni tak habis-habis lagi nampaknya. Dalam isu ni, aku bersetuju dengan emel yang dihantar oleh kuseman@pc.jaring.my kepada ruangan Rencana di Utusan Malaysia.Dipetik dari Utusan Malaysia, 8 Oktober 2007

APABILA ada ahli Parlimen Indonesia mendakwa lagu Rasa Sayang adalah lagu rakyat Indonesia, sebaik-baiknya kita tidak melayan dengan menghujah balik kepada mereka. Ini kerana dakwaan yang dibuat itu lebih bersifat provokasi dan tidak memperlihatkan satu sikap yang bertanggungjawab.

Ahli Parlimen Indonesia yang mendakwa itu lagu Indonesia sengaja mencari publisiti murahan, maka sewajarnya kita tidak mempedulikan. Fikiran ahli-ahli Parlimen mereka sangat mundur apabila membangkit isu seremeh ini. Tujuannya dengan tidak mengeluarkan modal sesen pun, mereka mendapat publisiti. Mereka tahu untuk mengesahkan milik sebenar lagu Rasa Sayang bukan suatu yang mudah.

Maka kita tidak perlu berdebat dengan ahli Parlimen Indonesia yang mundur dan sengkek. Ini bukan saja suatu yang tidak wajar malah membuang masa dan wang ringgit kerana tidak ada bezanya kalau lagu itu milik Indonesia atau Malaysia. Ini kerana lagu Rasa Sayang tidak membawa pengertian yang besar untuk membuatkan orang luar memahami Malaysia. Maka agak menghairankan apabila lagu itu seolah-olah menjadi lagu rasmi bagi negara ini sedangkan kita mempunyai banyak lagu rakyat lain yang lebih menggambarkan Malaysia. Memanglah lagu Rasa Sayang dinyanyikan sejak kita zaman kanak-kanak dulu tetapi itu tidak bererti harus dilangsungkan kalau isi pengertiannya tidak menjurus kepada sosiobudaya masyarakat negara ini.

Dakwaan yang tidak bertanggungjawab begitu seharusnya dilihat sebagai sampah saja. Kalau benar lagu itu milik Indonesia kenapa baru sekarang timbul isu pemiliknya? Kenapa tidak 10 atau 20 tahun lalu atau sebelum kita mencapai kemerdekaan? Lagu Rasa Sayang sudah dinyanyikan sejak sebelum merdeka lagi. Kenapa tahun 2007 dipilih sebagai tarikh untuk menuntut kembali hak yang dikatakan dimiliki oleh orang lain? Inilah masalahnya ahli Parlimen Indonesia yang mendakwa lagu itu milik mereka. Kita tidak perlu melayan dakwaan seperti itu.

Anggaplah dakwaan itu sebagai satu kenakalan yang sengaja melontarkan provokasi supaya kita melatah. Kalau kita melayan isu lagu Rasa Sayang, pasti akan timbul banyak lagi tuntutan yang tidak berjejak pada akar umbi yang nyata. Siapa saja boleh mendakwa itu dan ini, tetapi tidak semuanya mesti dilayan.

Realitinya kita boleh hidup dan berbudaya dengan lagu Rasa Sayang. Tidak kira sama ada lagu ini milik kita atau Indonesia, Rasa Sayang bukanlah sebuah ciptaan yang mengambil kira pemikiran budaya masyarakat negara ini. Mulai sekarang kita mesti memilih lagu-lagu rakyat yang benar-benar sesuai saja untuk menjadi lagu yang dinyanyikan pada acara-acara rasmi. Malangnya ada pihak telah menjulang lagu Rasa Sayang dalam kempen Malaysia Truly Asia untuk menarik pelancong ke negara ini.

Kepada ahli Parlimen Indonesia yang mendakwa Rasa Sayang milik Indonesia, apa bezanya kalau ia milik Malaysia atau Indonesia? Bukankah karya seni itu suatu yang merentasi tembok bahasa, budaya, politik dan kepercayaan? Nah, kalau milik siapa pun ia tidak mengubah apa-apa, ternyata dakwaan itu hanya provokasi yang tidak ada hasilnya.

Aku bersetuju benar dengan apa yang beliau tulis di atas. Tambah2 lagi dah nak dekat raya nie, apa guna kita bergaduh. Macam apa yang ditulis di atas, kita anggap saja dakwaan bahasa lagu Rasa Sayang milik Indonesia sebagai sampah.

37 comments:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  2. indon sampah sarap dunia..

    ReplyDelete
  3. ^^
    i agree.
    sebenarnya, tidak ada bedanya apakah lagu itu milik indonesia atau milik malaysia atau bahkan milik india.

    Musik adalah suatu hal yang menembus batas wilayah dan negara.

    Masalah ini muncul ketika putra indonesia yang juga menyanyikan lagu ini sejak kecil, melakukan konfirmasi kepada malaysia, tentang lagu Rasa Sayange yang dipakai untuk iklan pariwisata.

    Tapi kemudian ditanggapi secara tidak bersahabat, dan tanpa menghiraukan sebab di balik penggugatan.

    Plus, ditambah beberapa isu lainnya seputar perlakuan tidak menyenangkan kepada orang-orang Indonesia yang berada di Malaysia.

    Saya pribadi tidak terlalu peduli atas kepemilikan lagu Rasa Sayange itu ada di negara mana, tapi juga tidak terlalu menyenangkan untuk mendengar hujatan kepada pihak Indonesia.

    Tentu banyak pula yang menjadi alasan bagi orang-orang Malaysia menjadi tak suka dengan orang Indonesia. Kelakuan beberapa warga Indonesia di Malaysia mungkin cukup memuakkan (bahkan bagi saya).

    Tapi saya rasa sangat naif ketika satu warga yang menjadi pencuri, kemudia satu desa harus mendapat tuduhan pencuri juga.

    Semoga kita semua tak terjebak untuk bersikap tidak berhati-hati dalam memandang persoalan. ^^
    Karena bagi beberapa orang Indonesia disini, penggunaan lagu Rasa SAyange
    juga dianggap sebagai suatu provokasi..

    Bila semua merasa terprovokasi, siapa sebenarnya provokator sesungguhnya?
    *bertanya-tanya*

    ReplyDelete
  4. eh, saya minta ijin ngelink postingannya ya.. :D

    ReplyDelete
  5. Surat untuk sahabatku Malaysia

    Ramadhan 1428 H
    Kepada sahabatku, Malaysia

    Hai, sahabatku Malaysia. Bagaimana kabarmu menjelang lebaran kali ini? Wah,
    tentunya sudah banyak persiapan serta kesibukan yang menyita waktu karena
    sebentar lagi idul fitri akan tiba. Tapi, walaupun sibuk, jangan lupa untuk
    mengeluarkan zakat fitrahnya ya... ingat lho, ini kewajiban.

    Hai sahabatku Malaysia. Di lebaran nanti jangan lupa putar lagu Rasa Sayange
    ya, ups lupa... lagu Rasa Sayang Hey. Lagu itu memang punya irama yang bagus
    dan punya nuansa yang mengasyikkan buat siapapun untuk berbalas pantun.
    Karena aku tahu di sana tidak punya lagu-lagu yang bagus, makanya kamu
    bilang bahwa lagu Rasa Sayang Hey itu adalah lagumu. Tenang saja, aku nggak
    marah kok, sebab aku masih punya ribuan lagu lainnya. Kamu mau?

    Hai sahabatku Malaysia. Jangan lupa ya lebaran nanti kamu pasti dikunjungi
    oleh saudara-saudaramu. Wah, di rumah pasti sibuknya luar biasa. Piring yang
    kotor, gelas yang berantakan, karpet yang terkena tumpahan kuah, atau sampah
    yang berserakan. Sahabatku, kamu jangan khawatir. Sebab, saudaraku akan
    memberesi semua yang berantakan itu. Kalau saudaraku tidak bekerja sesuai
    keinginanmu, ya sudah dicambuk saja, disuruh loncat dari jendela, atau
    gajinya nggak usah diberi. Bukannya kamu selama ini juga begitu?

    Hai sahabatku, Malaysia. Di saat lebaran nanti, jangan marah ya kalau ada
    asap yang juga ikutan menyambangi rumah-rumahmu. Karena hanya itu oleh-oleh
    yang bisa aku berikan kepadamu. Meski sebenarnya aku ingin memberikan
    buah-buahan kepadamu, tetapi kamu lupa ya kalau pohon-pohonku sudah kamu
    ambil. Masak sih kamu bisa lupa? Kan hutan di Sumatera dan Kalimantan
    sekarang sudah habis olehmu.

    Hai sahabatku, Malaysia. Di lebaran nanti kamu pakai apa? Tentu kamu akan
    pakai batik motif perang itukan? Wah, kalau itu sih memang bagus sekali. Di
    sini, kamu bisa lihat motif itu di Yogyakarta. Sama? Memang sama, tapi kan
    katanya kamu yang punya dan asli dari sana.

    Apalagi ketika kamu pakai batik kamu sedang menyantap ketupat dengan lauknya
    rendang daging yang kamu bilang asli buatan sana. Aku pernah lho dapat
    kiriman darimu, sekotak rendang daging dengan tulisan MADE IN MALAYSIA. Hmm,
    memang enak. Jangan khawatir kalau kamu kekurangan resep makanan dan
    masakan, kamu tinggal bilang saja. Di sini ada ribuan resep khas Indonesia
    yang boleh kamu ambil. Tenang saja aku nggak marah kok, bahkan kalau kamu
    bilang khas dan asli dari Malaysia pun aku nggak marah.

    Hai sahabatku, Malaysia. O ya menjelang lebaran nanti tanggal 10 Oktober ada
    astronotmu kan yang akan terbang ke luar angkasa dengan Soyuz. Wah, selamat
    ya. Aku turut senang lho. Ternyata tidak sia-sia bapak-ibu guru kami
    mengajari anak-anak Malaysia pendidikan. Bahkan sampai sekarang pun masih
    banyak kan profesor Indonesia yang mengajar di sana. Wah, kalau kamu lupa
    terhadap siapa gurunya, ya nggak apa-apa. Karena bagi aku guru itu adalah
    pahlawan, pahlawan tanpa tanda jasa. Jadi kalau kamu melupakan sejarah dan
    kenyataan itu ya wajar saja.

    Hai sahabatku, Malaysia. Suatu saat nanti aku akan berlebaran di sana. Tapi
    apakah kamu ingat dengan namaku? Ya, namaku INDONESIA dan bukan INDON. Kalau
    kamu lupa sih ya nggak apa-apa. Toh, selama ini kamu juga sering lupa.
    Maklum kamu kan orang muda yang ngakunya tua bangka. He he he he....

    Ya sudah sahabatku, Malaysia. Di bulan yang baik dan berkah ini, kuucapkan
    kepadamu untuk menikmati lebaran dengan enak ya. Jangan sedih.... aku,
    Indonesia nggak apa-apa kok. Aku selalu paham kok kalau kamu memang begitu,
    dan memang sifatnya begitu.

    dari sahabatmu,
    Indonesia

    PS:
    Eh, aku punya lagu lebaran yang dinyanyikan BIMBO. Kamu mau ambil nggak?

    ReplyDelete
  6. BIMBO tu saper, cam nama gajah jer.

    ReplyDelete
  7. gajah tau nyanyi lagu lebaran ker?

    ReplyDelete
  8. Saya mau ikut megomentari lagu”rasa sayange/hey”. Pertama perkenalkan,saya adalah salah seorang mahasiswa jurusan seni musik,dan saya sedang menyusun tugas akhir. Selain belajar alat musik,saya juga mempelajari bermacam-macam mata kuliah musik seperti: komposisi,aransement dan semua materi tetang musik. Saya juga sering terlibat dalam pembuatan lagu dengan beberapa musisi.saya juga mengajar di beberapa tempat kursus musik di jakarta. Kita melihat permasalahan ini sudah semakin memanas. Banyak orang berkomentar hanya berdasarkan “panas hati”dan “rasa cinta negri”. Di sini saya coba memberikan komentar yang ilmiah.

    Beberapa hari saya mempelajari lagu itu. Saya coba membongkar “isi/materi” yang terkandung di dalam lagu tersebut.saya mempelajari komposisi dan aransemen-nya. Sebagai mahasiswa seni,urusan komposisi dan aransement sudah merupakan “makanan” pokok. Kita wajib memahami kedua unsur itu di dalam pembuatan lagu. Lagu rasa sayange mempunayai”nada dasar major”.tangga nada ‘pentatonik juga terdapat dalam Lagu ini.tangga nada pentatonik merupakan tangga nada yang lazim di pakai dalam musik-musik daerah di indonesia,kususnya jawa dan indonesia timur.

    Mungkin malaysia masih serumpun dengan Indonesia. Tetapi perlu kita ketahui,malaysia terletak berdekatan dengan indonesia sebelah barat(minang). Sedangkan lagu-lagu daerah berirama minang jarang yang mamakai skala tangga nada pentatonik. Lagu berirama melayu banyak menggunakan skala tangga nada “minor”. Jadi kemungkinan besar lagu “rasa sayange” berasal “bukan” dari barat.atau dengan kata lain bukan lagu berirama “melayu”. Kita bisa melihat dari lagu-lagu Malaysia, pencipta lagu-pencipta lagu malaysia kebanyakan menggunakan skala tangga nada “minor”. Kita bisa ambil contoh:isabela(search),suci dalam debu dll.aransemen dan komposisi di dalam lagu-lagu ini berbeda dengan komposisi yang terdapat di lagu-lagu indonesia yang cenderung menggunakan tangga nada “major”.

    Kalau kita melihat dari segi “lyric” lagu, lyric lagu sangat mudah untuk di “rubah”, beda lyric mungkin bisa beda arti. Tetapi aransement lagu yang di rubah akan membuat suatu lagu “hilang”. Kami musisi sering “merilis” ulang lagu orang. Mungkin kami bisa merubah lyricnya.Tapi pada saat kita merubah aransementnya,maka lagu tersebut juga akan “kehilangan keaslianya”.jadi orang mungkin tidak akan tau keaslian lagu gubahan kita tersebut.

    Tetapi dalam kasus ini,aransement lagu “rasa sayange”masih utuh belum di rubah, hanya beberapa lyrick saja yang telah di rubah, dengan kondisi ini,orang akan dapat dengan jelas melihat dan mendengar “keaslian” lagu rasa sayange. Mungkin orang malaysia boleh bersikeras bahwa itu adalah lagu mereka.mungkin mereka hanya melihat dari segi lyric yang telah dirubah. Tetapi hal itu tidak akan terjadi bila mereka mau dan “MAMPU” menguraikan unsur yang terkandung di dalam lagu tersebut(sesuai dengan yang saya paparkan di atas).

    ReplyDelete
  9. Ditemukan Bukti Lagu ”Rasa Sayange” Asli Indonesia
    Selasa, 09 Oktober 2007 | 15:22 WIB

    TEMPO Interaktif, Solo:Perusahaan Percetakan Negara Lokananta Solo menemukan arsip rekaman lagu ”Rasa Sayange”. Menurut Kepala PPN Lokananta, Roektiningsih, lagu tersebut direkam pada 15 Agustus 1962. ”Sebagai souvenir Asian Games IV di Jakarta,” katanya kepada wartawan, Selasa.

    Diketahuinya rekaman tersebut merupakan cidera mata tampak dari sampulnya yang ada tulisannya ”Souvenir from Indonesia, untuk ‘the Fourth Asian Games”. Menurut Roektiningsih, lagu itu direkam dan digandakan atas perintah dari Presiden RI waktu itu Ir. Soekarno kepada Menteri Penerangan R. Maladi.

    ”Pita reel master rekamannya masih ada,” katanya sembari menunjukkan nomor registernya 253.

    Dari lagu yang diperdengarkan, penyanyinya lebih dari satu orang. Lagu direkam dalam piringan hitam bersama beberapa lagu lain seperti Sorak-sorak Bergembira, O Ina ni Keke dan Sengko Sengko Dainang . ”Durasi lagi tersebut selama 2 menit 40 detik,” kata Roektiningsih.

    Staf Kementrian Pariwisata, Seni dan Budaya Jordi Pariaman, menemui Kepala PPN Lokananta untuk meminta bukti rekaman tersebut. Jodi mengatakan dengan adanya bukti tersebut, Kementeriannya akan melakukan langkah tertentu terhadap Malaysia yang menggunakan lagu Rasa Sayange sebagai jingle iklan pariwisatanya. Imron Rosyid

    ReplyDelete
  10. Wahai indon, apa-apa'an kamu ini, mau kecoh kerana lagu kuno ini ? goblok sungguh kamu..

    Ambik kembali lagu mu, kalau kamu rasa boleh menyenangkan hati mu..

    Kami tidak rugi apa-apa pun..

    Ku ingat berpesan pada mu indon, janganlah menghantar artis-artis mu lagi ke Malaysia. Apa indon ngak mampu kah membeli album2 artis mu sendiri sehingga semua artis indon, berlumba-lumba mau promosi album ke Malaysia..

    Artis2 indon ke Malaysia semua sialan.. ngak tau malu.!!
    Jual aja album mu di indon..
    Mau apa ke mari.. dong.!
    Yg membeli album indon di Malaysia hanyalah "pendatang haram" indon di negara ini.

    ReplyDelete
  11. Duh, terlihat kontradiksi dari posting2 diatas..

    dari posting2 diatas, terlihat comment dr Indonesia yang ilmiah dan logis,punya dasar yang jelas..

    Berbeda dengan posting dari malaysia, yang terlihat less educated, speak annoying, and talk have no point..

    jadi terlihat..jadi ternyata malaysia yang berpikiran mundur dan suka mencari publisiti..

    tapi tenang saja, kawanku orang Malaysia yang berdarah Cina dan India (Malay-Chinese & Malay-Tamil) bilang malaysia sampah..
    jadi urusi dulu negaramu ya..jangan kau curi2 saja..

    urusi juga supir2 taxi'mu yang sampah,dengan mobilnya yang jelek2,berbeda dengan indo yang mobil taxi'nya jauh lebih bagus dengan harga yang sistematis dan ramah tidak seperti supir2mu yang biadab..

    sekian..

    Note:di negaramu kala ramadhan banyak sekali alkohol dipajang2..tak taukah kau klo d indonesia pasti itu botol2 alkohol pasti sudah dmusnahin klo dpasang2..
    tapi kau orang bilang negaramu negara Islam..macam mana itu..bulan puasa club2 masih buka,kau ini negara apa sbenarnya..

    Bom2 teroris pun asalnya dari negara kau..

    Berarti jelas lah,,malaysia yang sampah!

    ReplyDelete
  12. maafkan aku ada yang kurang..

    tak ada artis Indonesia yang berlomba2 k malaysia..yang ada pendudukmu malaysia yang menjerit2 d konser artis indonesia yang nak artis indonesia datang ke malaysia..
    bahkan sampai datuk2 negaramu pun datang ke konser artis indonesia,mreka bilang musik indonesia lebih bagus dari musik malaysia..haha..

    ReplyDelete
  13. indon adalah negara yg dilaknat tuhan..

    rakyat indon punyai banyak dosa..jelek.

    buktinya banyak balasan2 dan petunjuk di berikan..supaya rakyat indon kemabli ke pangkal jalan..
    tapi indon ngak punyai harga diri..dan terus menjadi eregon..
    Lalu bala bencana terus menimpa indon.. seperti tsunami, gempa bumi, banjir, kebakaran hingga mengorbankan beribu2 nyawa indon..

    tapi indon masih lupa diri..
    semoga indon terus di laknat tuhan.
    jadilah kamu perampok, pencuri di Malaysia.. dan suka bergadoh'an.

    indon terbukti sampah di mata dunia.

    ReplyDelete
  14. Hey saudaraQ yang di malay,apa kabar kalian semua.Q doain mudah-mudahan dosamu diampuni oleh inggris,bukan sama tuhan.Coz tuhan u khan inggris.Hey dasar anak mama,manja lagi.Kalau ada apapun minta ke inggris,dasar manja.Kamu mau aja yach dinjak-injak ama inggris,dan cina.Kamu punya otak atau harga diri gak?

    Ini kejadian nyata semenjak aku tinggal di malaysia,aku tau kalau kamu itu pengecut.Aku pernah mau gaduh dengan orang malaysia di lrt.Tetapi saudaramu minta gaduh di depan poli stasiun.Apa-apaan kamu.Kalo kamu gak percaya,aq mau gaduh dengan kalian semua.Datengin aja ke rumah aku,aku gak bakal takut sama anak mama and pengecut seperti kamu.....

    Kamu bilang artis kamu lebih bagus,siapa? Siti nurhalizah si penjual harga diri itu? Siti nurhalizah aku ambil perawannya,cuma aku bayar 5 ringgit,gak lebih.itupun aku kasihan ama dia,akhirnya dia lari khan ke datuk.bahkan supir taksimu saja bilang kalo artis malaysia dibenci rakyat malaysia,karena attitudenya yang teruk sangat,hueeeeeeks.

    Eh kamu bilang parlemenmu paling baik,gak salah tuch? Adanya kamu sendiri khan yang benci ama P.M sendiri.... iya khaaaann.....

    And yang terakhir kalinya,kalo gak ada indonesia,gak mungkin ada malaysia.Siapa yang bangun negerimu,and yang mengajarkan pelajaran murid-muridmu? tanya ama pak cik kamu,ngerti wahai anak mama.Iiiiiih,nangiiiis yaacccccch....

    Minta susu sama inggris sana.wakakakakakakakakakakakakakakaak

    ReplyDelete
  15. Kalau di indonesia banyak bencana alam,tapi dia berusaha bangkit sendiri.Gak minta susu sama inggris,kayak siapa yaaach?

    Oh ya,kamu bilang kalau negara indonesia dilaknat TUHAN karena banyak bom? aku tanya,D.R azhari asalnya darimana yach,dari malaysia atau anak mama inggris? kayaknya ketika D.R Azhari meninggal,aku lihat mukanya.kok dia ancur banget yach,dan yang aku bikin kaget kenapa yang benar-benar buronan kok dihormati dan disolatin ketika dia meninggal? Berarti kamu hormat sama P.M sendiri,sama aja kamu P.M kamu itu teroris,aaaaaaaaaaaaaahhhhhhh matiiiii akuuuuuuuuu.Kalau orang lain tauuuuuuuuuuuuu.Mama inggriiiiis minta susuuuuuuuuuu........

    Od yach jangan lupa selalu beribadah ke pada tuhanmua di kedutaan inggris.Sembah itu P.M Tony Blair.Khan Inggris yang memberi ke kamu susuuuuuuu......

    ReplyDelete
  16. benar tu pak indon, indon sememangnya celaka, indon bajingan.. indon memang brengsek..

    ReplyDelete
  17. hahaha..

    indon memang ngak malu don..
    ngak punyai maruah.

    lagi di halau kembali ke indon..
    ngak mau pulang sih..

    lagi mau diam di Malaysia..
    oh ku lupa, indon miskin.

    rakyat indon sendiri gak mau diam di negara sendiri.. ngak malu.

    indon.. brengsek. hahaha
    ku ulangi, indon miskin,
    warga indon sendiri gak mau pulang ke indon.. hahaha

    ReplyDelete
  18. saya tidak membenci malaysia..saya hanya membenci orang malaysia yang tidak beradab seperti banyak orang malaysia yang comment disini,berkata tidak pantas..Jangan membahas bencana alam dan pemboman,karena DR AZHARI berasal dari MALAYSIA,dan azab Tuhan akan datang kepada engkau yang arogan MALAYSIA,karena engkau membahas bencana alam yang menimpa manusia2 tak berdosa..Dunia pun mengirim simpati dan doa kepada korban bencana alam di Indonesia..Kenapa engkau begitu picik..

    Tapi masih ada rakyat malaysia yang WELL EDUCATED & Fair -> Look at this one..
    http://rantingsbymm.blogspot.com/2007/01/exporting-creativity-not-just-labour.html

    ReplyDelete
  19. oi.. indon bodoh !!

    kamu lihat betul2 website ini !! comment siapa yang arogan dulu !!?

    Kamu indon begok tolol apa !!??
    Kamu yang mulai dulu, sekarang kamu ternyata bodoh goblok mau menuduh orang Malaysia.

    Padan muka kamu dengan BENCANA alam kamu.. rasakan. kamu indon memang punyai banyak dosa..!!

    ReplyDelete
  20. gila,, pada parah2 amat sih,,

    kita itu mustinya negara yang bersaudara, kenapa kita malah berantem karena beginian.. jujur gw malu klo ngeliat post-post diatas..

    mending dibuat kagak boleh ngepost lgi,, tar malah nambah dosa ini,,
    kita semau tau lah, masing2 negara pnya bnyk dosa, kesalahan, dll.
    ngapain coba kita jelek2in orang lain,, sebelomya kita berkaca diri aja dulu,, apa kita dah bagus,, apa bangsa kita sudah bagus..
    klo emang udah bagus ya jgn sombong lah,,, roda itu berputar,, kadang kita diatas, kadang kita dibawah,,

    -nastra

    ReplyDelete
  21. Hey fellowship of Asia. Yes, you! Indonesia and Malaysia.

    Why bother? both of your songs is sucks. No one understand your language. No one in this world notice what songs you've been argued. It's useless...

    Though, I'd like indonesian songs more than malaysia's. Let see... I know Nidji (love them). Their songs was included in Heroes (err... you know Heroes right? the TV series?). Cool song! awesome! make some more, bro!

    Malaysia, I know Siti Nurhaliza. But she's just okay with that cute face. Most of her songs, ditto. I don't know the meaning. Yet, she always sings a song wrote by indonesian rite? and the video clip was also made by Indonesian.

    So... I think Indonesian is somekind better than Malaysian in this case.

    Just my opinion, though. No more no less!!!!!

    Keep on rockin, Indonesia. Rock the world with your dangdut rithym. Yeee-hah!

    ReplyDelete
  22. yes agreed with you, indon is useless and good for nothing. fullstop.

    ReplyDelete
  23. nastra, saya setuju dengan kamu, kenapa kita perlu bergado sesama saudara.

    Tapi kamu lihat website ini, website Malaysia di serang oleh saudara kamu dari indon, kenapa harus jadi begini?

    Kami dari Malaysia sangat baik hati tidak pernah menyerang website indon kamu, walaupun kamu tulis benda yg kurang enak tentang kami di website kamu.

    Kamulah yg eragon.. minta maaf, tapi itu yang benar.

    ReplyDelete
  24. Wahai Malaysia, renungkan kalimat-kalimat di bawah ini:
    Malaysia selalu mengatakan:
    "Sudahlah, kita kan negara serumpun, enggak usah mengurusi titik bengik"

    Inilah yg dianggap sebagai "Titik Bengik":
    1) Malaysia "Merampok" Sipadan & Ligitan dari Indonesia
    2) Malaysia juga hampir mencaplok blok Ambalat.
    3) Mengakui lagu "Terang Bulan" sebagai lagu nasional Malaysia, padahal lagu tersebut adalah lagu daerah Betawi (di sebelah barat pulau Jawa / jakarta sekarang). Inilah syair lagu daerah Betawi tsb (Terang Bulan):
    Terang bulan
    Terang bulan di kali
    Buaya timbul disangkalah mati
    Jangan percaya mulutlah lelaki
    Berani sumpah tapi takut mati

    4) Mengakui hak patent Batik sebagai milik Malaysia. Padahal dunia mengetahui kalau batik asli Indonesia:
    Batik = Ba-Tik, Batik Kata Batik berasal dari bahasa Jawa "amba" yang berarti menulis dan "titik". Kata batik merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan "malam" (wax) yang diaplikasikan ke atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna (dye), atau dalam Bahasa Inggrisnya "wax-resist dyeing".
    Saya kira, malaysia akan kebingungan bila ditanya apa definisi batik, mengingat itu istilah jawa tengah yg tentunya Indonesia.

    5) Yang masih hangat, Malaysia mengakui juga folk-song (lagu rakyat anoname) rasa sayange sebagai lagu rakyatnya juga. Sudah pada mafhum, lagu itu berdialek maluku (kata & kalimat selalu diakhiri dengan huruf "e", contoh: nona + e = nonae, dst.) & diperkaya lagi dengan syair Riau (Indonesia, bukan Malaysia). Lucunya lagi, malaysia menyuruh membuktikan ke Indonesia, siapa pencipta folksong itu. Mungkin malaysia harus belajar lagi kalau folksong adalah lagu rakyat yg tidak dikenal penciptanya, namun bisa dilihat dari konteks “dialek bahasa” & situasi yg “tercermin / tergambar” dari lagu tsb. (hanya orang-orang yang cerdas yang dapat mengenali dialek bahasa tertentu berasal dari daerah tertentu & dapat menangkap situasi yg digambarkan syair lagu tsb., sehingga dapat menentukan bahwa habit yg tergambar dari syair lagu tsb. berasal dari daerah tertentu)
    6) Mengakui "Wayang Kulit sebagai karya cipta Malaysia juga. Udah jelas kekawin Wayang Kulit menggunakan bahasa Kawi (jawa kuno), gamelan Jawa, tokoh punakawan jawa, dst (Malay benar-benar irrasional & kebablasan mengakui karya ini yg jelas-jelas sangat kental dengan nuansa Jawa. Naudzubillahimindzalik...!)
    7) Penyiksaan TKI oleh warga Malaysia
    8) Penyiksaan Wasit Karate Indonesia
    9). Mempermalukan istri diplomat kedutaan besar Indonesia yg dikatana sebagai Imigran Gelap (peristiwa ini baru terjadi)
    10) Malaysia Sangat LICIK
    Sebagai contoh, ketika terdesak berargumen (misalnya, sudah terlanjur mengakui ANGKLUNG SEBAGAI MILIK MALAYSIA, maka akan berdalih:
    Angklung juga telah lama dimainkan di Malaysia
    Angklung adalah seni budaya Nusantara, dan Malaysia termasuk Nusantara.
    Jadi dengan dalih ini, mereka (Malaysia) merasa sah-sah saja mengakui berbagai macam hal yg ada di Nusantara sebagai miliknya. Tentunya, logika ini tidak masuk akal, karena, Nusantara terdiri dari beragam suku & budaya. Tiap suku memiliki budaya, adat istiadat, seni, masakan, dll. yg berbeda-beda.
    Contoh:
    Wayang Kulit adalah seni khas Jawa Tengah. Hal ini jelas, suku lain (misalnya Sunda, Batak, dll.) tidak bisa mengklaim bahwa Wayang Kulit adalah milik suku Sunda, Batak, Ambon atau lainnya. Apalagi, kalau dilihat asal-usul Wayang Kulit adalah seni yang diciptakan Sunan Kalijaga sebagai alat untuk menyebarkan agama Islam dengan cara pendekatan budaya, karena semua tahu bahwa pada saat itu masyarakat Jawa masih menganut agama Hindu, jadi, diciptakanlah Wayang Kulit yg para tokohnya sebagian diambil dari tokoh-tokoh mahabrata (kelompok Pandawa, Hastina, dll.), sebagian lagi para tokohnya berasal dari budaya jawa sendiri (para tokoh punakawan: Semar, dll.)
    Kesimpulannya, adalah sangat DUNGU bila mentang-mentang Malaysia merupakan bagian dari Nusantara seenak udel mengklaim berbagai hal yg ada di dalamnya (jangan-jangan Sate Madura diklaim juga sebagai Sate Malaysia). Lihat saja Rendang Padang yg diklaim sebagai Rendang Malaysia, dll.
    Atau, candi Borobudur adalah milik Malaysia, karena mereka beralasan Malaysia kan bahagian dari Nusantara, dan candi Borobudur kan terletak di Jawa Tengah yg Nusantara juga. Jadi, candi Borobudur yg milik Malaysia juga...


    Saya ingin bertanya, di manakah letak "Titik Bengik"nya masalah-masalah di atas"
    Sejauh manakah rasa saling menghormati antar sesama bangsa serumpun?
    Sejauh manakah rasa persaudaraan sesama bangsa yg mayoritas Muslim?

    Terimakasih, semoga tidak memberikan jawaban "Penyangkalan", namun jawablah dengan kejujuran sebagai bangsa yg mayoritas Musl

    ReplyDelete
  25. "Titik Bengik" indon adalah dengan menjadi perampok dan pendatang haram di Malaysia. Hari2 ada saja orang dirampok indon di Malaysia.

    Wahai indon, cermin diri kamu dulu sebelum kamu mengata orang lain.

    ReplyDelete
  26. Sebagai rakyat Sarawak dan punyai saudara di Sabah, kamu bersyukur bersama Malaysia.

    Jika kami bersama Indonesia, sudah tentu negeri kami akan miskin dan rakyat kami akan menjadi pendatang tanpa izin ke negara lain.

    Aceh dan Timur Timor menjadi contoh kegagalan indonesia meguruskan negara, kedua-duanya mahukan kemerdekaan mereka sendiri dari indonesia.

    Sepatutnya rakyat indonesia hendaklah cuba memajukan negara mereka, bukan hanya suka mencari gado, mencari kesalahan Malaysia, apa lagi hanya berebut lagu..
    Cuba kamu fikirkan urusan yang lebih penting bagi negara indonesia..

    majukan rakyat kalian, sungguh kasihan ku lihat rakyat kamu masih ramai lagi yg susah lagi miskn.

    ReplyDelete
  27. MyTeam2 MALASya vs INDONESIA : 0-2!!!

    haha mati kao MALASya,arogan dirimu,kalah kao di lapangan..

    terlihat di pertandingan yang berlangsung di bukit jalil itu,dirimu yang arogan,melempari saudara2ku INDONESIA dengan barang2,mercon,botol minuman..

    Sarapkah negara kao MALASya?? sampai2 kao tak tau sopan santun..Tak malukah dirimu?? Sampai2 polisi di stadion sibuk hanya mengurusi suportermu yang gadoh???

    Langsung diamlah diri kao semua ketika PASUKAN INDONESIA mengalahkan kao..Suportermu sibuk mengejek pemainmu..dan SAUDARAKU PEMAIN INDONESIA bangga berdiri di lapangan memberi penghormatan pada sesama saudaraku INDONESIA..

    Sekali lagi : INDONESIA mengalahkan kao MALASya!! (n.b. dengan hanya 10 orang sejak awal babak k2)

    ReplyDelete
  28. Malaysia just want something they don't and cannot have. They might later claim Kuch Kuch Kotahai is their song by changing the rhythm to the Melayu version. They don't have as much variaty in their culture. So, spare them.

    Hai Malaysians, here is your contribution to Indonesia http://parvita.wordpress.com.

    ReplyDelete
  29. saya antiMalaysia niyh. ada yang mau ikutan? ^.^

    ReplyDelete
  30. hahahahahaha....saya daftar!!! saya juga anti malaysia...apasih yg mereka sombongkan???? apa sih yg mereka punya???? NOTHING!!!
    kasian kau malaysia...benar jg...karna kau tidak punya apa2...jadinya cm bs mencuri......kasian... =)
    artis Indonesia laris di Malaysia,karna tidak ada artis malaysia yg cantik, atau tampan...makanya mereka kagum dgn artis Indonesia...
    masih mending orang Indonesia yg datang ke Malaysia, mau bekerja keras dgn halal...daripada orang2 malaysia yang datang ke Indonesia, paling hebat cm jd teroris...bikin bom,jadi buron....hihihihihihi...itu yg kau banggakan????selamat deh smoga sukses, lainkali beritahu wargamu, malaysia,,kalau mau uji coba bunuh diri pakai bom, jgn di negara orang.....coba dong di negara sendiri yang katanya hebat??!?!?!?!? =D

    ReplyDelete
  31. oiaa.....jangan mengaku negara Islam, kalau masih banyak pembantu yang diperkosa..!! bikin malu saja.... =D
    ada hobi baru ya di malaysia??
    hobi menyiksa orang??????
    iiiiiih......dapat ajaran dari mana? kuyakin bukan ajaran nenek moyang mu...kasihan mereka, bisa bangun dari kubur kalau lihat orang2 malaysia jaman sekarang.... =(

    ReplyDelete
  32. RAKYAT MALAYSIA SETUJU BAHWA11 December 2007 at 23:46

    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    V
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    V
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    V
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!
    MALAYSIA DASAR ANJIIING!!!

    ReplyDelete
  33. bodoh punya INDON...bahlol heheheheheeee
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    INDON BAHLOL...(1000 x ),
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...
    DASAR MALING..PERAMPOK KEANJINGAN KAK..KAH..KAH..KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...KAH...

    ReplyDelete
  34. Malaysia is son of a bitch


    Malaysia have an unpaid promise to indonesia.

    ReplyDelete
  35. indon sialan brengsek..!!
    anjing kamu indon..!!

    ReplyDelete
  36. indon is the worst country in the world..!!

    very poor country and full with stupid people.

    ReplyDelete
  37. mereka yang comment berbahasa kesat dan kasar di sini adalah sebenarnya yang bersalah..ni semua sebab provokasi yang telah ditimbulkan..sebenarnya..dari apa yang diketahui dr teman2 dr indon..mereka yang menyokong provokasi media indon..adalah mereka yang terlalu fanatik terhadap bangsa indonesia..tetapi langsung tidak mau memikirkan fakta yang sebenarnya..majority orang2 indon..tak ambil peduli.fakta yang sebenarnya telah disembunyikan oleh orang yang provokasi isu itu..sebenarnya hal itu kecil aja..kerajaan indonesia sewajarnya menghentikan semua ini..
    wahai teman2 indonesia sekalian..sebenarnya..malaysia tidak pernah sesekali mengcalim semua itu asal dari malaysia..kami sendiri tidak tahu..bahawa kami pernah mengakui semua itu..kamu semua kena tahu asal usul orang2 malaysia...orang malaysia asal2 mereka majority dari indonesia..berbangsa jawa,bugis,minang dan sebagainya..jadi banyak persamaan budaya..kerana masing mengamalkan budaya keturunan masing2..asal usul kesultanan melayu melaka juga dari parameswara yg berasal dari palembang..jangan lah bergaduh semua..orang malaysia disini yang marah2 dan beremosi adalah kerana merasakan kami dihina setruk itu..sedangkan tiada kebenaran yang ditegakkan..jika kamu orang2 indon dihina sedemikian rupa..pasti kamu juga marah..
    sudah lah..kamu diam kan aja..jangan mudah percaya pada media2 kamu..kaji dahulu sejarahnya

    ReplyDelete