Saturday, 6 October 2007

Mereka Tuduh Kita Mencuri?

Dipetik dari Utusan Malaysia, 6 Oktober 2007
 

KUALA LUMPUR 5 Okt. – Tindakan beberapa ahli Parlimen Indonesia yang mempersoalkan hak milik lagu Rasa Sayang adalah tidak wajar kerana banyak lagu tempatan termasuk lagu Allahyarham Tan Sri P. Ramlee turut dipindah milik ke republik itu.

Menurut seorang penyelidik lagu Radio Televisyen Malaysia (RTM), Mohammad Hashim, 60, isu hak cipta tidak wujud pada zaman dahulu kerana pencipta pada masa itu mahu muzik mereka didengari di seluruh dunia.

‘‘Penyanyi Indonesia sendiri seperti Sjaugi (Shaugi), Hasnah Tahar dan Rien pada awal tahun 1980-an pernah merakam semula lagu-lagu P.Ramlee seperti Hujan di Tengah Hari, Kata Dari Kalbu, Apabila Kau Tersenyum, Azizah, Tjik Mamat (Che Mamat) dan Jalei-Jalei (lagu Yale-Yale yang dipetik dari filem Berdosa 1951) untuk pasaran Nusantara.

‘‘Mengapa pula tidak ada orang dari Malaysia yang membantah apabila ada penyanyi Indonesia mengambil lagu kita untuk dinyanyikan semula,’’ katanya ketika dihubungi Utusan Malaysia hari ini.

Jelas beliau, lagu-lagu yang diciplak dari P. Ramlee masih disiarkan oleh radio Klasik Nasional FM sehingga hari ini tanpa sebarang prejudis oleh masyarakat negara ini sedangkan mereka sedang berura-ura untuk menyaman kerajaan Malaysia.

Kalau mereka menuduh kita mencuri, mereka pun ada juga mencuri. Tapi, ada kita bising macam diorg?

11 comments:

  1. lagu kalian yg mana yg di ambil penyanyi Indonesia...?
    Pede amat sih berfikir seperti itu...

    ReplyDelete
  2. aku tau P.Ramlee dulu suka dapet siaran TV3 diparabola ... tapi tak pernah denger tuh lagu2nya P.ramlee dinyanyiin di indonesia...kalo pun adsa...tapi kan bukan buat promosikan indonesia di mata international...

    ReplyDelete
  3. Some Indon comes to Malaysia without permit,
    becomes robbers, thieves, perampok, pencuri, pecah rumah and etc..

    Sekarang kalian mau kecoh pasal lagu..

    Tidak malukah kalian..orang indon.
    Shamed on you indons..

    ReplyDelete
  4. Memang betul "PENDATANG HARAM INDON - PATI" tak tahu malu datang ke Malaysia sebagai perampok, pencuri, pecah rumah orang.

    Bangsa indon memang tak tahu malu..
    tahu merampok saja..

    ReplyDelete
  5. saya tidak membenci malaysia..saya hanya membenci orang malaysia yang tidak beradab seperti banyak orang malaysia yang comment disini,berkata tidak pantas..Jangan membahas bencana alam dan pemboman,karena DR AZHARI berasal dari MALAYSIA,dan azab Tuhan akan datang kepada engkau yang arogan MALAYSIA,karena engkau membahas bencana alam yang menimpa manusia2 tak berdosa..Dunia pun mengirim simpati dan doa kepada korban bencana alam di Indonesia..Kenapa engkau begitu picik..

    Tapi masih ada rakyat malaysia yang WELL EDUCATED & Fair -> Look at this one..
    http://rantingsbymm.blogspot.com/2007/01/exporting-creativity-not-just-labour.html

    ReplyDelete
  6. Apakah kata NONA merupakan bahasa publik / umum digunakan di malaysia?(karena menurut kamus bahasa melayu malaysia, NONA sebangsa buah2an. Ada juga yg menyebut NONA = panggilan bagi perempuan yg belum menikah (melayu: berkahwin). Cuma saja, kamus2 melayu malaysia tsb baru disusun tahun2 belakangan / masih sangat BARU). Berarti kata NONA, tdk lazim digunakan di malaysia. Tetapi knp tiba2 muncul lagu rasa sayang yg syairnya ada kata2 NONA? Apakah memang lagu ini merupakan lagu rakyat malaysia?

    ReplyDelete
  7. Aku cuma ingin tahu. Tolong dijawab oleh orang Malaysia:
    a) Kenapa wajah/muka/face orang Malaysia jelek semua?(Siti Nurhaliza yg dikira cantik, ternyata jelek juga karena hidungnnya pesek. Orang Malaysia lainnya kulitnya hitam kasar, wajah jelek semua. Apakah ini karena faktor habit, behavior yg jelek: kebiasaan menipu, mencuri & berperilaku Licik?)
    b) Kenapa musik & lagu Malaysia nadanya Kampungan (mendayu-dayu, tidak berkembang, hanya menjiplak nada / lagu lain. Contoh misalnya Rasa sayange menjadi rasa Sayang Hey, di mana lagunya benar2 menjiplak. Hanya syairnya saja yg sedikit dirubah)
    c) Kenapa mode pakaian Malaysia sangan Kolot/Konservatif/Sangat Kampungan?(memakai peci, celana panjang yg dibalut kain sarung, dll.)

    Dengan Kelicikannya, pasti orang Malaysia berusaha menjawab hal-hal tsb. Kita tunggu saja jawabannya seperti apa

    ReplyDelete
  8. Apa artinya kata "BATIK" menurut "tata bahasa melayu malaysia"?

    Batik motif PARANG diakui (dipatenkan) sebagai karya seni asli malaysia. Kenapa malaysia bertindak seperti itu?(Apakah malaysia tidak mengetahui kalau batik motif Parang adalah asli karya seni Jawa Tengah (Yogya), yaitu karya seni dari daerah PARANG TRITIS Yogyakarta, karena itulah dinamakan batik motif PARANG)

    Adakah orang malaysia yg dapat menjawab pertanyaan ini (barangkali Pak Yatim yg menteri kebudayaan malaysia bisa menjawab)

    ReplyDelete
  9. Sunda Padjadjaran21 October 2007 at 17:07

    Aku kagum dengan Negarawan Malaysia Bapak Anwar Ibrahim (Tokoh Malaysia yg. sangat bersih, sederhana, berkepribadian luhur, tinggi sopan-santunnya). Beliau adalah benar-benar Mr. Clean.
    Andai saja Beliau yg. menjadi perdana menteri Malaysia, mungkin, kita (Indonesia & Malaysia) akan dipenuhi dengan kerukunan, kasih sayang & saling menjaga Sopan Santun.
    Memang, untuk menjaga hubungan baik bertetangga itu, salah satunya harus mengedepankan Sopan-Santun, selalu menimbang segala hal yg. akan diperbuat agar di kemudian hari tidak akan menimbulkan masalah.
    Kunci dari hal tersebut di atas adalah, jiwa besar, rendah hati, jauh dari rasa congkak & tinggi hati, juga chauvinisme yg berlebihan.

    ReplyDelete
  10. Saya (dari Indonesia) hanya ingin meluruskan komentar dari "awanama" pada pukul 6.38 PM (mungkin dia dari Indonesia juga)

    Sebenarnya pakaian/ busana berpeci, baju koko, celana panjang dibalut dengan kain sarung/ songket itu bukan kebudayaan Malaysia saja, itu juga kebudayaan Indonesia dan negara Melayu lainnya. Jangan dikatakan bahwa itu busana yang kampungan. Itu busana Melayu, Teluk Belanga. Di Sumatra ia busana tradisional Melayu Riau, Minangkabau, Aceh, dsb. termasuk sebagian besar daerah di Indonesia.

    ReplyDelete
  11. inilah akibat perbuatan segelintir orang berakibat buruk satu negara. ibarat pepatah : karena nila setitik rusak susu sebelanga.aku yakin tak semua org malaysia itu maling, dan tak semua TKI itu perampok.
    tapi kalau satu perbuatan ,berulang terjadi tanpa jera, itu namanya doyan, memang sudah karakter,gitu lohhh.....
    nahhh....harus diwaspadai dan ambil tindakan tegas...semua warganegara pasti akan membela tanah airnya masing2... ..???

    ReplyDelete