Tuesday, 30 October 2007

Rasa Sayang Lagu Nusantara

Malaysia mendakwa bahawa Rasa Sayang atau Rasa Sayange merupakan lagu yang dimainkan di nusantara sejak zaman-berzaman. Banyak lagi lagu lain seperti Suriram (Soleram), Burung Kakak Tua, Jauh Di Mata, Burung Pungguk, Di Tanjung Katong, Terang Bulan dan Chan Mali Chan menjadi penghubung dalam mengukuhkan persaudaraan orang Melayu di rantau ini.

Rasa Sayang Nusantara (Indonesia, Singapura & Malaysia)

Klip video ini memaparkan gabungan klip video lagu Rasa Sayang dari negara Singapura dan negara serumpun, Malaysia dan Indonesia.

Klip video di atas jelas menunjukkan bahawa lagu Rasa Sayang adalah lagu Kepulauan Nusantara. Namun begitu, lagu Rasa Sayang sudah cukup sinonim dengan negara Malaysia di peringkat antarabangsa. Tidak hairanlah apabila lagu Rasa Sayang ini dimainkan, masyarakat luar mengatakan bahawa ini adalah lagu rakyat Malaysia. Hakikatnya, ia adalah lagu rakyat Nusantara. Jadi, tak perlulah kita berebut pasal sebuah lagu, kerana ia adalah milik semua. Siapa tahu, satu hari nanti, lagu ini diangkat menjadi lagu rakyat ASEAN. "Kita kann serumpunnnn...."

13 comments:

  1. bagus azero!
    see this video:
    http://www.youtube.com/watch?v=Hlap5WulHOw

    ReplyDelete
  2. dan video ini juga:
    http://www.youtube.com/watch?v=kN5WO4s6vW0

    ReplyDelete
  3. The use of 'e' at the end of 'Sayange' is a unique dialect of Ambonese Malay, which distinguish them with the other tribes in Malay Archipelago.(http://en.wikipedia.org/wiki/Rasa_sayange)

    seperti lagu ambon berikut:
    http://www.youtube.com/watch?v=ljgOBtIcSaA

    ReplyDelete
  4. Rasa Sayang doesn't use 'e' at he end of the line...
    In fact, it uses 'eh'. The Ambonese Malay had changed it to 'e' to claim the song belong to them.

    What ever it is, rasa sayang is a nusantaran song....

    ReplyDelete
  5. trims telah berkunjung ke multiply saya.
    rekan2 di malaysia tetap kukuh itu lagu dari nusantara, jadi berhak menggunakannya
    yg absurd, zaman nusantara kapan? apa sebelum masa kolonial (sebelum abad 16)? saya ragu lagu itu sudah diciptakan, dan jika memang begitu saya ragu apakah hayamwuruk, gajahmada, dll termasuk tokoh malaysia saat ini. bukankah mereka dari zaman nusantara? atau memang mereka tokoh juga di malaysia dalam silabus sejarah anda? tolong beritahu saya.
    kalau zaman nusantara sbelum indonesia merdeka (1945), berarti sumpah pemuda, pergerakan budi utomo, adalah bagian sejarah malaysia juga.

    dan kalau begitu banyak sekali heritage yang kita share ya! :D

    baru2 ini, lagu indang sungai garinggiang digunakan oleh malaysia dalam acara Asian Festival 2007 di Osaka, tanpa penjelasan apapun seakan akan itu adalah milik malaysia (karena digunakan untuk kesenian malaysia). Mungkin pembelaan rekan2 malaysia adalah bahwa padang juga bagian dari malaysia, karena banyak juga orang (keturunan) padang disana. Sayangnya, lagu itu diciptakan oleh tiar ramon! (penyanyi lagu daerah minang, diciptakan tahun 1981).
    Oklah, nanti pasti berpanjang lagi. Anda akan membela, Tiar ramon itu adalah sepupu (cousin) jauh kami! ;D

    Bagi saya lebih baik mereka menggunakan lagu Isabella, ngetop bertahun2 di malaysia dan indonesia, orisinil karya putra dan berciri malaysia asli.

    Salam,
    Laung (dulu pendengar setia Isabela)

    ReplyDelete
  6. Lagu Indang Sungai Garinggiang pun itu adalah milik asli dan sah Indonesia. Sungai Garinggiang pun itu nama kampungku di Sumatra Barat, Indonesia. Lagu itu khas sekali Minangkabau, Sumatra Barat, Indonesia. Semua pun mengetahuinya.

    ReplyDelete
  7. kalian mengubah topik, blog ini membicarakan hal Lagu Rasa Sayang bukannya Lagu Indang Sungai Garinggiang...

    ReplyDelete
  8. Kerana sudah terlalu banyak hasil budaya Indonesia yang dibajak, jadi ya dibeberkan saja semua hasil curian Malaysia...

    Mo tanya, kalau batik itu asli karya dari mana ya??

    ReplyDelete
  9. Setahu saya, Cik Arezeo, dari teman-teman Malaysia saya yang sedang BELAJAR di Fakultas Kedokteran di Bandung (cukup bagus nih...orang Malaysia mau BELAJAR dari bangsa yang disebut sebagai ”Indon Bodoh”.... ), mereka tidak pernah menyatakan kalau Malaysia itu adalah Nusantara, kalau Melayu, iya mereka banyak yang bilang begitu. Ok, anggaplah mereka terlalu sibuk untuk mengurusi masalah ”sepele” itu, dan lebih sibuk mengurusi masalah anatomi tubuh manusia.

    Jadi, sebenarnya apa sih yang disebut sebagai Nusantara oleh Petinggi Kerajaan Pariwisata Malaysia anda itu? Dan apa sih sebenarnya arti dari Melayu itu sendiri?

    Kalau misalnya petinggi anda mengacu kepada pengertian Nusantara dari zaman sumpah Palapanya Gajah Mada dari Majapahit, maka tidak ada masalah, Malaysia dan Singapura itu adalah nusantara, tetapi itu berarti kerajaan anda mengakui kalau Singapura dan Malaysia adalah bagian dari Kerajaan Majapahit, dan setahu saya banyak dari generasi orang tua anda yang bakal tidak suka dengan hal itu, karena nama Gajah Mada itu jelek di semenanjung Melaka sana. (kalau sekarang namanya imperialis, ya kan?). Itu sebabnya kerajaan anda dari zaman merdeka tahun 57 menyebut Malaysia sebagai Melayu bukan sebagai NUSANTARA.
    Dan menghubungkan Rasa Sayange dengan pengertian Nusantara diatas jelas ABSURD sekali, karena jelas lagu itu pasti belum ada di zaman Majapahit.

    Atau katakanlah petinggi anda ingin mengacu Nusantara dari pengertian Johan F Blumenbach di pertengahan abad ke-19, yang menyatakan Nusantara adalah tempat bermukimnya ras orang-orang Melayu, dan Nusantara itu meliputi Seluruh kepulauan Indonesia sekarang, Malaysia, Singapura, dan Filliphina. Ok, itu bisa lebih masuk diakal...AKAN TETAPI, justru pengertian itu akan menafikan wilayah Papua, Maluku (tempat asal Rasa Sayange), Pulau Timor, dan wilayah Flores yang BUKAN merupakan orang MELAYU tapi merupakan orang Melanesia serta campurannya. Belum lagi definisi Johan ini akan berkontradiksi dengan Filliphina yang hanya bagian selatannya Melayu sedangkan bagian kepulauan utaranya terdiri dari mestizos, creol, dan campuran dari itu. Serta akan berkontradiksi dengan keberadaan orang Melayu yang ada diselatan Kamboja dan Vietnam, kalau itu dipakai, maka konsep Nusantara si Johan terlalu luas.
    Karena banyak ditentang, akhirnya pengertian yang lebih sempit dipakai yaitu Nusantara adalah wilayah Hindia Belanda, karena ternyata memang lebih pas, arti dari Nusantara itu sendiri adalah Kepulauan atau Archipelago (Indonesia yang berupa archipelagic state dan bukan Malaysia yang continental land state). Dan konsep ini justru diterima oleh dunia Internasional termasuk KERAJAAN anda, cik Arezeo. Jadi alangkah ajaibnya dalam waktu satu hari sahaja kerajaan anda langsung menyatakan bahwa Malaysia berhak atas sebuah ”lagu Nusantara” karena ia adalah bagian dari ”nusantara”....dalam waktu satu hari sahaja cik, pernyataan kerajaan bisa berubah padahal bertahun-tahun lamanya Kerajaan tidak pernah mendengungkan Malaysia sebagai Nusantara tapi justru lebih kental sebagai Bangsa Melayu, cik.

    Katakanlah lagu Rasa Sayange adalah ”lagu Nusantara” (nusantara dalam arti luas menurut Johan)...maka pertanyaan akan berlanjut seperti ini, kenapa Filliphina dan Timor Leste sebagai Nusantara tidak pernah menyanyikan lagu itu sebagai lagu asli mereka?...padahal berapa jarak Filliphina dan Timor Leste dari Maluku sebagai asal muasal lagu Rasa Sayange dibanding dengan Malaysia??? Justru akan lebih relevan kalau lagu itu diklaim oleh Filliphina atau Timor Leste.
    Mungkin akan dijawab seperti ini, Jelas sahaja Filliphina tidak akan klaim karena lagu itu asli dari Malaysia, dan Maluku ”mencontek” lagu itu dari Malaysia, sekarang pertanyaan itu bisa dipatahkan dengan pertanyaan seperti ini ”langgam lagu Rasa Sayange itu sangat Eropa dan gembira sekali, berbeda dengan lagu Malaysia diawal abad ke-20-dan sampai sekarang- yang kebanyakan berbau sangat Melayu sekali” belum dari kata-kata di lagu Rasa Sayange versi Malaysia yang sangat ”tidak umum” dalam vocabulary bahasa ”Melayu”...jadi sebenarnya??? Silakan anda jawab sendiri??
    Ada juga saudara anda sesama Malaysia yang mengatakan bahwa itu lagu Portugis dan karena Portugis pernah menguasai Melaka maka lagu itu adalah asli Malaysia...ini pun bisa dijawab dengan pertanyaan ”adakah Timor Leste yang dijajah sangat lama oleh Portugis punya lagu Rasa Sayange?, lagu Maluku itu justru jadi dikenal oleh orang Timor Leste waktu Indonesia berada disana selama 24 tahun” atau ”apakah Goa di India yang pernah dijajah Portugis memiliki sebuah lagu berlanggam Rasa Sayange?” tidak ada.

    Lagu rasa sayange itu sangat indah sekali, dan bernada gembira, begitu indahnya lagu itu dijadakan lagu dansa oleh para sinyo-noni Belanda di Maluku sana pada awal abad ke-20, termasuk jadi lagu tari Lenso Yong Ambon yang berada di Belanda dan Maluku pada awal abad yang sama. Dan begitu indahnya, sehingga Belanda menjadi lagu latar bagi film tentang Batavia (pendek hanya kurang dari 1 menit), tapi sudah jadi bukti bahwa ada rekaman lagu Rasa Sayange lebih awal daripada film tempatan tahun 1959 ala India (orang India di Malaysia punya rasa sayange?...India juga Nusantara? Tanya kerajaan anda?)
    Sekarang adakah lagu Rasa Sayange menjadi lagu dansa bagi para Penjajah Inggris di Malaysia? Tanyakan pada generasi tua anda? Tidak ada, orang Inggris bakal lebih senang memakai Schubert atau Blue Danube sebagai lagu dansa mereka.

    Maka itu akan jadi alasan kenapa Belanda menggunakan lagu itu sebagai lagu latar film tentang Batavia, karena dengan logika apakah Belanda akan memakai ”lagu Malaysia” padahal pada saat itu Malaysia adalah jajahan Inggris?,
    (kalau itu dilakukan maka yang terjadi adalah perang karena Inggris akan mengira Belanda akan mengklaim Malaysia dengan memasukan lagu itu untuk film tentang jajahan Belanda di Hindia Belanda).

    Saya akan besar hati mengaku kalau lagu itu lagu asli Malaysia-bila suatu hari nanti-telah dinyanyikan sejak awal abad ke-20 oleh orang malaysia saat masih dijajah Inggris. Masalahnya adalah mana bukti yang menyebutkan Malaysia punya lagu itu sejak awal abad ke-20?

    Cik, kami sebagai orang Indonesia tiada masalah lagu itu dinyanyikan siapa saja, bahkan orang Indian di Amerika pun sila menyanyi lagu itu, tetapi yang jadi masalah adalah klaim sepihak yang menyatakan lagu itu adalah Lagu Asli Malaysia, cik. Lebih gentle kalau lagu itu dinyanyikan tapi sembari berkata bahwa ini adalah lagu dari Indonesia. Termasuk budaya-budaya kami lainnya yang diakui menjadi budaya Malaysia (psst...Reog Ponorogo dari malaysia bukan, cik? Ponorogo ada di malaysia?).

    Yalah Cik, masalah ini sepele...Cuma kalau tidak yang muncul adalah kebencian...lebih baik dijelaskan sekarang agar tidak merembet ke anak cucu

    Salam damai
    Dari seorang ”Indon” yang kawan Malaysianya banyak Belajar di Universiti di Bandung.

    udah...kuliah session ini selesai..

    Ps; Priyo, you are awesome, my Indonesian Brother…

    ReplyDelete
  10. woi indon, pasal satu lagu pun nak kecoh!!!
    HA! HA! HA!hahahahahahahahah
    kalau orang cakap SOMBONG, BODOH marah!!!
    tapi memang INDON BODOH, SOMBONG...
    datang merempat sampai sanggup begadai nyawa kat sini lepas tu nak maki2 negara MALAYSIA.
    MEMANG DASAR ANJING.
    dah bagi makan lepas tu gigit semula tangan yang beri makanan.

    ReplyDelete
  11. ga usach jiplak2 karya otentik bangsa indonesia dech..
    ngaku-ngaku pula..
    kreatif dong..!Ga mikir apa,,klo artis malaysia byk yg cari duit diindonesia.
    Kacang lupa kulitnya...!!HAI MALAYSIA...DASAR MUKA TEBAL,,KAU MUKA TEBAL,,MEMANG GA TAU MALU...!!!!TUHAN AKAN MEMBERIMU ADZAB..NEGARAMU AKAN DITENGGELAMKAN..DILULUH LANTAHKAN..ALLAH MENDENGAR DOA ORANG2 YG TERANIAYA...

    dari rakyat indonesia yg cinta tanah air...

    ReplyDelete
  12. Seperti yang diberitahukan oleh paman saya,
    lagu burung kak tua dan rasa sayang hey adalah
    melodi lagu lama belanda.

    Maaf, saya tiada hujahnya.

    ReplyDelete
  13. indon bodoh.majoriti rakyatnya bodoh sombong.

    ReplyDelete