Thursday, 3 September 2009

Bukti 3: Rendang Juga Asli Malaysia

Sebuah syarikat Belanda, Unidex Nederland menjual beberapa sos yang berasal dari negara Asia. Gambar di bawah ini menunjukkan beberapa produk yang dihasilkan oleh syarikat tersebut. [Sumber]

Nah Indonesia, lihat. Untuk negara kamu, cuma dijual Nasi Goreng Paste. Sedangkan, untuk Malaysia dijual Malaysian Rendang Curry Sauce. Untuk melihat rupa sos tersebut, lihat gambar di bawah.

Ini bukan klaim dari pemerintah Malaysia, tetapi diakui sendiri oleh syarikat penjajah Indonesia itu. Jika kalian di Indonesia tidak puas hati dengan Malaysian Rendang Curry Sauce ini, silakan menganyang syarikat tersebut. Alamatnya di sini.

Yang pasti, Indonesia ngak berani sama tuan Belanda mereka ini. Sudahlah bendera Belanda dimaling jadi merah putih, lekka-lekka pinda-pinda juga dijadikan Indonesia Raya.

 

p/s- Indonesia, ambil saja nasi gorengmu, jangan menabur fitnah rendang milikmu saja.

14 comments:

  1. good job bro...keep moving forward!!

    ReplyDelete
  2. alamak! nasi goreng juga makanan popular di malaysia. nanti mesti dituduhnya malaysia "maling" nasi goreng mereka.

    ~ sarinilam

    ReplyDelete
  3. Patutlah Indon dengki sangat. rendang mereka tak femes langsung. kalau sebut rendang mesti orang ingat Malaysia. kalau sebut rasa sayang pun orang kata lagu Malaysia. kalau sebut angklung pun, orang kata dari Malaysia juga. Pemain angklung terbaik di dunia pun orang Malaysia juga yang bernama Toi. Patutlah Indon marah sangat. Mereka bangsa yang lembab dan tidak kreatif dalam memasarkan produk tempatan. Akibat kegagalan itu mereka salahkan Malaysia pula.

    ~Lyn

    ReplyDelete
  4. Rafa pramana putra just say:fuck malingshitt..hhahaha.3 September 2009 at 23:19

    Itu kan cuma negara kalian aja yang ngembangin resep hasil curian..
    Sebelum negara kalian ada juga,uda ada itu nasi goreng di indonesia..

    "malaysia..negara tanpa budaya,mau cari turis,tak bisa berkreasi..hanya bisa mencuri-mencuri"

    Bukti kongkritna adalah tari pendet,yang asli dari bali..orang kalian aja mengakui kuq,malah nunjuk discovery..hahhahahaaaa..

    ReplyDelete
  5. hehe...bung malay..coba dulu rendang punya org Padang..baru nendang!!..
    klo rendang malay...biasa aje...ogut ud pnh coba..tak enak..

    ReplyDelete
  6. Perlindungan budaya INDO lemah

    Selain inventarisasi dan publikasi yang lemah, Indonesia juga menghadapi persoalan buruknya birokrasi pendataan hak cipta.

    Meskipun permohonan pendaftaran hak cipta mengenai seni budaya sudah disampaikan, misalnya, belum tentu permohonan tersebut segera diproses dan dipublikasikan.

    Sejak 2002 sampai Juni 2009, misalnya, sudah ada 24.603 permohonan pendaftaran hak cipta bidang seni yang disampaikan ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (Dephuk dan HAM). Namun, hingga saat ini, permohonan yang disetujui belum dipublikasikan. Hal ini juga terkait dengan belum adanya dasar hukum formal.

    ”Mestinya pemerintah segera membahas dan mengesahkan Rancangan Undang-undang Perlindungan dan Pemanfaatan Kekayaan Intelektual Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional,” kata Ansori Sinungan, Direktur Kerja Sama dan Pengembangan pada Direktorat Jenderal HKI Dephukham.

    Malaysia proaktif

    Dalam soal publikasi seni budaya, ternyata Malaysia yang satu rumpun budaya dengan Indonesia sangat proaktif dengan melakukan berbagai cara. Selain melakukan promosi seni budaya melalui televisi, internet, iklan luar ruang, dan media lainnya, Malaysia juga menerbitkan buku-buku seni budaya. Selian buku terbitan pemerintah, swasta dan pemerintah kerajaan di negara bagian juga sangat antusias menerbitkan berbagai buku.

    Dalam buku ”Spirit of Wood” The Art Malay Woodcarfing, yang merupakan seni budaya yang berkembang hanya di wilayah Kelantan, Terengganu, dan Pattani, misalnya, diulas berbagai seni ukir kayu, pembuatan keris, gunungan wayang, mebel, hiasan dinding, arsitektur rumah, dan perkakas rumah tangga lainnya.

    Hal serupa diulas dalam buku seni lainnya yang diterbitkan Malaysia, baik menyangkut keris, batik, arsitektur, tari, maupun kesenian rakyat. Tak sekadar buku, berbagai dokumentasi seni juga dipublikasikan lewat internet dan video cakram padat (VCD).

    Tak dapat dimungkiri, isi buku itu banyak kesamaan dengan buku terbitan Indonesia, seperti Ensiklopedi Wayang Indonesia, Ensiklopedi Keris, Performing Arts Indonesian Heritage, dan Indonesia Indah yang meliputi Teater Tradisional Indonesia, Batik, Tenun Indonesia, Tari Tradisional, Kain-kain Nontenun Indonesia, dan buku lainnya.

    ”Tidak mengherankan, karena antara Indonesia dan Malaysia dalam perspektif budaya ada warisan bersama atau shared heritage,” kata mantan Rektor Institut Kesenian Jakarta Sardono W Kusumo. Hal ini juga pernah diungkap dalam Seminar Imagining Asia di Universitas Nanyang, Singapura, beberapa tahun lalu. Karena itu, terkait persoalan tari pendet, sebenarnya merupakan peluang bagi Indonesia untuk melakukan introspeksi diri.

    Menurut Sardono, sejalan dengan perkembangan dunia ekonomi global yang kini mengarah pada industri kreatif, Malaysia juga mengembangkan ekonomi berbasis industri kreatif. ”Bahkan secara ekstrem mereka bisa memisahkan hal yang bersifat profan (duniawi) dengan yang transenden (berkaitan dengan komunikasi dengan Tuhan),” ujarnya.

    Dia menyarankan agar Indonesia segera berbenah dan mulai memilah-milah mana produk kebudayaan yang merupakan identitas kebudayaan nasional dan mana yang dapat masuk ke dunia industri. (TIM KOMPAS)

    http://oase.kompas.com/read/xml/2009/08/31/05475977/perlindungan.budaya.indonesia.lemah

    ReplyDelete
  7. rafa: kamu tahu ngak maksud curi? curi bererti kamu tidak akan punyai apa-apa lagi yang tinggal. kamu harus faham bahawa kebanyakan budaya, gaya hidup, bahasa, makanan mempunyai pengaruh (influence) dari pelbagai jenis budaya yang lain. tidak di ajarin di sekolah ya?

    discovery sudah pun menjelaskan, malaysia tidak mempunyai kaitan dengan penerbitan tarian pendet itu.

    wong kito galo: sedap lagi rendang nenek aku dari rendang Padang..

    ReplyDelete
  8. tarian pendet tuh tak de pon dalam discvery tu...juz tunjuk dalam iklan je..jgn nk perasan e plus kitorng xigin pon nk claim tarian cm tuh...

    aku da rse da rendang orng padang...xla sehebat rendang di MALAYSIA...rendang di malaysia is the best ever...

    ReplyDelete
  9. malysia is shit

    ReplyDelete
  10. Rendang indon tak sedap bila dimakan berbeza dengan malaysia.Aku dah pergi padang,makan rendang dipadang, lepas tu sakit perut, cirit birit.

    ReplyDelete
  11. rendang padang same je.... aku da rase la..

    ReplyDelete
  12. Rendang padang? sedap ke?..ader jual kat market luar ke?...nk try jugak ni..hehe. Kalau x jual.. x yah nk propa je la..nk harapkan org2 Malaysia nk pi sane..erm!. Neway, nasik padang jugak pun cuma nasik bese tiada yang istimewanya..cuma dihidang dengan banyak lauk. Lauk pun lebih kurang sama ngan lauk2 kat Malaysia..malah meniru dan Maling nmasakan orang Malaysia lagi iaitu Ikan Patin Masak Tempoyak dan Asam Pedas. Tapi kat Malaysia orang x makan lauk2 banyak camtu sebab we olz x skew membazir. Erm! lagi satu I pernah cuba Nasi Ayam Penyet dekat PJ..dan we olz menyesal masuk kedai tu sebab x der ape2 yg special dengan resipi ayam penyet. Sama macam ayam nasi ayam yg digoreng tetapi dipenyet hanya ayam penyet guna ayam goreng berempah jer..pastu makan pulak dengan ulam rebus dan juga sambal pedas tanpa belacan ( mana leh maling Belacan...mmg belacan asalnya Malaysia )..

    AlohaDido

    ReplyDelete
  13. Haha...tari pendet tu bukanke same ngan tarian Mak Yong ke yang glamor kat negeri Kelantan tu...negeri bekas Manohara hanjing tu?. Kalo camtu..tarian pendet di Indonesia maling dari Siam la gamaknya. Indon Maling lagi....x abis2 maling..haha.

    ReplyDelete
  14. WALAUPUN SAYA CMA SEORANG ANAK 13 THN TP SAYA MINTA KITA BERDAMAI SAYA JGA MINTA MAAF KLO BNYAK KATA YG TIDAK SOPAN BS DIMAAFKAN OLEH KLIAN BANGSA MALAY DAN KAMI BANGSA INDON

    ReplyDelete